SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Buleleng dijadwalkan menggelar Lokasabha IX pada Kamis (26/2/2026) mendatang.
Agenda lima tahunan tersebut akan berlangsung di Auditorium Universitas Panji Sakti (Unipas), Singaraja.
Lokasabha IX menjadi forum bagi PHDI Buleleng untuk menetapkan kepengurusan baru periode 2026–2031, merumuskan program kerja lima tahun ke depan, sekaligus menyusun rekomendasi strategis kepada pemerintah daerah guna memperkuat pelayanan umat Hindu di Buleleng.
Ketua Panitia Lokasabha IX PHDI Buleleng, Ketut Wijana mengatakan, kegiatan tersebut akan melibatkan pengurus PHDI kecamatan, PHDI Provinsi Bali, serta pengurus PHDI Kabupaten Buleleng.
Seluruh pemilik hak suara dari kecamatan dan lembaga terkait akan terlibat dalam mekanisme pemilihan melalui tim formatur.
“Agenda utamanya adalah menyusun program kerja lima tahun, memilih pengurus inti, serta memberikan rekomendasi kepada pemerintah daerah agar PHDI terus difasilitasi dalam pelayanan umat,” ujar Wijana saat ditemui di Singaraja belum lama ini.
Selain membahas program dan rekomendasi, Lokasabha IX juga menjadi momentum pemilihan Ketua PHDI Kabupaten Buleleng periode 2026–2031.
Nama Ketua PHDI Buleleng saat ini, Gede Made Metera, disebut-sebut kembali diusulkan oleh para pemegang hak suara.
Metera diketahui telah menjabat Ketua PHDI Buleleng sejak 2021, setelah sebelumnya dipercaya sebagai Pelaksana Tugas sejak 2019.
Dikonfirmasi terpisah, Metera menyatakan PHDI Buleleng selama ini adalah memberikan pelayanan langsung kepada umat Hindu.
Pada periode kepengurusan 2021–2026, PHDI Buleleng aktif melayani kebutuhan administrasi keagamaan, Dharma Wacana, pelatihan kepemangkuan, hingga diksa-pariksa bagi umat yang ingin menempuh pendidikan keagamaan atau memeluk agama Hindu, termasuk warga negara asing.
“Siapa pun yang datang membutuhkan pelayanan, kami layani. Parisada hadir untuk mengabdi kepada umat, bukan untuk kepentingan jabatan,” tegas Metera.
Ia menambahkan, penentuan pengurus sepenuhnya menjadi kewenangan pemilik suara dalam tim formatur.
Menurutnya, kriteria utama calon pengurus bukan semata-mata pengetahuan, melainkan kemauan dan niat tulus untuk mengabdi kepada umat.
Metera juga menyinggung tantangan yang dihadapi PHDI, khususnya terkait dinamika dan dualisme organisasi di tingkat pusat.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa di tingkat daerah, PHDI Buleleng tetap menjadi lembaga resmi yang memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat.
“Masyarakat yang membutuhkan pelayanan keagamaan datang ke PHDI Buleleng dan kami layani. Mulai dari administrasi, Dharma Wacana, hingga diksa-pariksa, semuanya diberikan sesuai kebutuhan umat,” ujar mantan Rektor Unipas ini. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya