Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Ngelawang “Wewaler” Duta Buleleng di PKB 2026 Angkat Pesan Pelestarian Alam

Francelino Junior • Minggu, 21 Juni 2026 | 09:56 WIB
NGELAWANG: Penampilan komunitas seni Rare Kual pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026. (Pemkab Buleleng)
NGELAWANG: Penampilan komunitas seni Rare Kual pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026. (Pemkab Buleleng)

 

RadarBuleleng.id – Duta kesenian Kabupaten Buleleng melalui Komunitas Seni Rare Kual menghadirkan garapan ngelawang bertajuk “Wewaler” dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) Tahun 2026. 

Garapan tersebut mengangkat pesan tentang pentingnya menjaga kelestarian alam melalui nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Pementasan berlangsung di kawasan Taman Budaya Bali, Denpasar, Jumat (19/6/2026). 

Rombongan ngelawang memulai pertunjukan dari pintu utara Taman Budaya Bali dan berakhir di depan Gedung Kriya. 

Sepanjang perjalanan, para seniman menampilkan kisah yang menyoroti hubungan manusia dengan alam serta dampak yang muncul ketika keseimbangan lingkungan tidak dijaga.

Konseptor sekaligus pembina Komunitas Seni Rare Kual, Ngurah Indra Wijaya mengatakan bahwa “wewaler” merupakan bentuk nasihat maupun larangan yang diwariskan leluhur sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam menjaga lingkungan.

“Cerita ini menggambarkan bagaimana alam memberikan peringatan kepada manusia. Ketika hutan dirusak, pohon-pohon ditebang, dan habitat satwa dihilangkan, maka akan muncul berbagai dampak yang pada akhirnya kembali dirasakan oleh manusia sendiri,” ujar pria yang akrab disapa Wah itu.

Dalam garapan tersebut, pesan pelestarian lingkungan disampaikan melalui tokoh-tokoh yang merepresentasikan pepohonan, tumbuhan, dan satwa. Kehadiran tokoh-tokoh tersebut menjadi simbol pentingnya menjaga alam sebagai sumber kehidupan.

Menurut Wah, tema yang diangkat juga selaras dengan tema PKB ke-38 Tahun 2026, yakni Atma Kerthi. 

Tema tersebut mengajak masyarakat membangun kesadaran untuk menjaga keharmonisan kehidupan, termasuk melalui upaya pelestarian lingkungan.

Selain menyajikan cerita yang sarat pesan edukatif, pertunjukan ini juga diperkuat dengan iringan gamelan ngelawang dan baleganjur. 

Perpaduan tersebut membuat pementasan lebih menarik sekaligus memudahkan pesan yang disampaikan diterima oleh penonton.

Garapan “Wewaler” melibatkan sekitar 65 seniman cilik dan remaja berusia mulai dari taman kanak-kanak hingga 15 tahun. Mereka menjalani latihan selama kurang lebih dua bulan untuk mempersiapkan penampilan dalam PKB 2026.

Melalui karya ini, Komunitas Seni Rare Kual berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kelestarian alam. 

Sebab, berbagai wewaler yang diwariskan leluhur pada dasarnya mengandung pesan agar manusia hidup selaras dengan lingkungan.

“Kami ingin mengingatkan bahwa alam bukan hanya untuk dinikmati, tetapi juga dijaga. Harapannya lewat garapan ini masyarakat kembali memahami pesan-pesan leluhur agar tetap hidup berdampingan dengan alam secara harmonis,” pungkasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#pesta kesenian bali #pkb #kesenian #buleleng #ngelawang