Pertama Kali Digelar, Ngaben Massal Desa Adat Mengandang Diikuti 16 Sawa. Giri Prasta Apresiasi Semangat Gotong Royong Krama

Eka Prasetya • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 10:27 WIB
DESA ADAT: Wakil Gubernur Bali, Nyoman  Giri Prasta (kiri) menyerahkan punia kepada Desa Adat Mengandang yang menggelar ngaben massal. (Pemprov Bali)
DESA ADAT: Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta (kiri) menyerahkan punia kepada Desa Adat Mengandang yang menggelar ngaben massal. (Pemprov Bali)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta menghadiri pelaksanaan Pitra Yadnya atau Ngaben Kinembulan Sawa Prakerti di Desa Adat Mengandang, Kecamatan Kubutambahan, Kamis (6/8/2026). 

Upacara ngaben massal tersebut menjadi yang pertama digelar di desa adat setempat dengan melibatkan 16 sawa.

Dalam kesempatan itu, Giri Prasta menyampaikan apresiasi terhadap krama Desa Adat Mengandang yang mampu melaksanakan yadnya secara gotong royong sesuai dengan dresta Bali.

Menurutnya, kebersamaan masyarakat dalam menjalankan upacara adat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi dan budaya Bali.

"Apresiasi kepada krama yang telah bersatu, guyub, saling gotong royong melaksanakan yadnya ini. Sagilik saguluk salunglung sabayantaka, paras paros sarpanaya," ujar Giri Prasta.

Ia menegaskan, Pemprov Bali akan terus memberikan dukungan terhadap pelaksanaan upacara yadnya sebagai bentuk pelestarian adat, tradisi, dan budaya Bali.

Sementara itu, Bendesa Adat Mengandang Wayan Sudiana menjelaskan, ngaben massal tersebut tidak hanya menjadi kewajiban spiritual umat Hindu, tetapi juga bagian dari upaya menjaga warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

"Ini merupakan ngaben massal pertama yang kami laksanakan. Sebelumnya, kami melaksanakan ngaben metuun sesuai dresta di desa ini," ungkapnya.

Sudiana menyebutkan, rangkaian upacara telah berlangsung sejak 24 Juli 2026 dan akan berakhir pada 8 Agustus 2026. 

Puncak prosesi dijadwalkan berlangsung pada 7 Agustus 2026 dengan diawali pelaksanaan mecaru, prosesi pengabenan, hingga upacara penyucian yang melibatkan pemangku, Ida Pandita, serta krama desa.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan yadnya tersebut, Giri Prasta menyerahkan punia kepada panitia karya sebesar Rp 25 juta. 

Selain itu, bantuan juga diberikan kepada Sekaa Angklung sebesar Rp 5 juta, Sekaa Santhi sebesar Rp 2 juta, serta pemangku sebesar Rp 4 juta. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
bali ngaben Desa adat giri prasta buleleng