Ringankan Beban Krama Adat, Pemkab Buleleng Kucurkan Subsidi Ngaben Massal

Francelino Junior • Dipublikasikan Senin, 31 Agustus 2026 | 12:20 WIB
SERAHKAN BANTUAN: Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra menyerahkan bantuan subsidi ngaben massal di Desa Adat Kalianget, Seririt. (Pemkab Buleleng)
SERAHKAN BANTUAN: Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra menyerahkan bantuan subsidi ngaben massal di Desa Adat Kalianget, Seririt. (Pemkab Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Komitmen Pemkab Buleleng di bawah kepemimpinan Bupati I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Gede Supriatna dalam menguatkan adat dan tradisi Bali terus direalisasikan. 

Sepanjang tahun 2026, Pemkab Buleleng tercatat telah menyalurkan dana bantuan sebesar Rp 516 juta untuk mendukung prosesi upacara Pitra Yadnya (ngaben) massal.

Bantuan dialokasikan secara khusus guna memberikan subsidi kepada 516 sawa (simbolisasi jenazah) yang tersebar di delapan desa adat, yakni Desa Adat Ambengan, Depeha, Tambakan, Mengandang, Nagasepaha, Pumahan, Kalianget, dan Mayong.

Program bantuan sebesar Rp 1 juta per sawa ini merupakan wujud pemenuhan janji politik pasangan Sutjidra-Supriatna saat Pilkada 2024 lalu. 

Bantuan disalurkan tanpa pembatasan kuota sawa per penyaluran, guna meringankan beban finansial krama adat.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menjelaskan bahwa skema bantuan disiapkan secara bertahap untuk mencakup 169 desa adat di seluruh Kabupaten Buleleng. 

Setiap tahunnya, target bantuan menyasar seperlima hingga seperempat dari total desa adat yang menyelenggarakan pengabenan massal.

"Bantuan ini khusus dialokasikan untuk sawa yang mengikuti rangkaian prosesi ngaben massal, sementara untuk upacara ngerapuh tidak termasuk dalam cakupan bantuan," terang Sutjidra.

Salah satu penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, di Desa Adat Tambakan, Kecamatan Kubutambahan, pada 23–24 Juli 2026. 

Dalam kesempatan itu, hibah sebesar Rp 91 juta diserahkan untuk mendukung pengabenan massal 91 sawa.

"Pemkab Buleleng secara konsisten menunjukkan komitmen dalam menjaga, melestarikan, serta memperkuat eksistensi adat dan budaya. Kami berharap bantuan ini benar-benar terasa manfaatnya dalam mengurangi beban ekonomi krama adat," tegas Gede Supriatna.

Selain subsidi ngaben massal, Pemkab Buleleng juga rutin mengucurkan dana alokasi tahunan untuk desa adat dan subak guna memperkuat infrastruktur, tata kelola lembaga adat, serta aktivitas keagamaan berbasis kearifan lokal secara berkelanjutan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
Berita Buleleng Hari Ini Ngaben Massal Buleleng Gede Supriatna pemkab buleleng Nyoman Sutjidra