SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Buleleng pada Jumat (13/2/2026) malam, memicu peristiwa pohon tumbang.
Peristiwa itu terjadi di areal Pura Dalem Desa Adat Pegadungan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali.
Sebatang pohon kamboja tua yang dikeramatkan warga, roboh dan menimpa pelinggih utama hingga hancur total.
Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 19.30 WITA. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden itu.
Meski tidak ada korban, bangunan Gedong Linggih yang menjadi pelinggih pokok di pura tersebut mengalami kerusakan berat.
Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, I Gede Suyasa, mengatakan laporan diterima pihaknya pada Sabtu (14/2/2026) pagi sekitar pukul 07.40 WITA. Begitu menerima laporan Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama Kabid Kedaruratan dan Logistik langsung turun melakukan asesmen.
“Dari hasil kaji cepat di lapangan, satu pohon kamboja yang diperkirakan berusia ratusan tahun tumbang dan menimpa Gedong Linggih. Kategori kerusakan rusak berat,” jelasnya.
Kelian Desa Adat Pegadungan, I Nengah Budana mengungkapkan, kerusakan terjadi pada bangunan inti pura.
“Kemarin didata sementara diperkirakan sekitar Rp 200 juta. Itu pelinggih utama, ukuran 4x4 meter. Ini Gedong Linggih, pelinggih pokok satu-satunya di area pura,” kata Nengah Budana, Minggu (15/2/2026).
Ia menjelaskan, pohon kamboja yang tumbang tersebut memang sangat tua. Bahkan, menurut cerita para tetua desa, pohon itu sudah ada sejak pura didirikan sekitar 500 tahun lalu.
“Memang secara fisik di dalamnya lapuk. Menurut informasi dari tetua kami, itu bersamaan dengan pura itu didirikan sekitar 500 tahun lalu. Memang dikeramatkan, tidak pernah dipangkas,” terangnya.
Hingga kini pembersihan belum langsung dilakukan. Pihak desa adat memilih mendahulukan upacara secara niskala.
“Kami sudah menggelar mepiuning, ngulapin, kemudian nuntun itu sudah. Selanjutnya bertepatan dengan tilem kaulu ada mecaru di desa. Mungkin tiga hari setelah mecaru baru ada pembersihan,” kata Budana.
Desa adat kini berupaya mengakses bantuan untuk memperbaiki pura tersebut. Mengingat biaya yang diperlukan cukup besar. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya