SUKASADA, RadarBuleleng.id – Perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, tak melulu diwarnai perlombaan bernuansa modern.
Tradisi Bali ikut mendapat ruang untuk tampil. Salah satunya melalui lomba mejejaitan tamiang yang digelar Pemerintah Kecamatan Sukasada, Rabu (12/8/2026).
Lomba tersebut mempertemukan Paiketan Krama Istri (Pakis) dari sejumlah desa adat di Kecamatan Sukasada.
Para peserta menunjukkan keterampilan mereka dalam membuat tamiang, salah satu bentuk jejaitan yang lekat dengan tradisi dan aktivitas keagamaan masyarakat Bali.
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Sukasada, Nyoman Agus Tri Kartika Yuda mengatakan, lomba mejejaitan tamiang sengaja digelar untuk memberikan warna berbeda dalam rangkaian perayaan HUT RI.
”Kami tidak saja menyelenggarakan kegiatan yang bernuansa modernitas, tetapi juga ingin menampilkan nuansa tradisi dalam perayaan 17-an (HUT RI),” ujarnya.
Begitu perlombaan dimulai, para peserta langsung sibuk dengan bahan-bahan jejaitan di hadapan mereka.
Tangan mereka bergerak cekatan mengikuti pola dan bentuk tamiang. Setiap peserta berupaya menghasilkan karya terbaik untuk merebut perhatian dewan juri.
Setelah melalui penilaian tiga orang juri, Desa Adat Pumahan keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih Desa Adat Amertasari, sedangkan Desa Adat Padangbulia menempati juara ketiga.
Gustri berharap lomba tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial dalam perayaan HUT RI.
”Dengan lomba ini, diharapkan mampu menjaga dan melestarikan tradisi di Bali. Khususnya tradisi mejejaitan,” tandasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng