Tinjau Kebakaran Tejakula, Wabup Supriatna Rancang Hydrant di Pasar Tradisional

Eka Prasetya • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 15:14 WIB
OLAH TKP: Tim Inafis Polres Buleleng melakukan olah TKP di lokasi kebakaran yang terjadi di Desa Tejakula, Buleleng. Kebakaran itu menghanguskan 7 unit ruko dan 2 unit rumah. (Pemkab Buleleng)
OLAH TKP: Tim Inafis Polres Buleleng melakukan olah TKP di lokasi kebakaran yang terjadi di Desa Tejakula, Buleleng. Kebakaran itu menghanguskan 7 unit ruko dan 2 unit rumah. (Pemkab Buleleng)

 

TEJAKULA, RadarBuleleng.id – Penanganan musibah kebakaran hebat di Banjar Dinas Sila Darma, Desa Tejakula, Buleleng, terus bergulir. 

Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, turun meninjau lokasi kebakaran sekaligus menemui para korban terdampak, Rabu (2/9/2026).

Dari pemutakhiran data Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng, dampak kerusakan tercatat bertambah. 

Kebakaran pasar desa yang dikelola Desa Adat Tejakula tersebut meludeskan 7 unit ruko dan 2 unit rumah warga dengan estimasi kerugian total mencapai Rp 655 juta.

Wabup Gede Supriatna mengaku prihatin atas musibah yang menghanguskan seluruh barang dagangan serta perabotan rumah tangga milik warga di kawasan tersebut.

"Saya meninjau lokasi dan menyapa langsung para korban. Kejadian ini sangat memprihatinkan karena barang-barang di dalamnya habis terbakar. Apalagi kemarin dalam sehari sempat terjadi 7 titik kebakaran di Buleleng," ujar Gede Supriatna, Rabu (2/9/2026).

Mengingat wilayah Bali Utara sedang berada pada puncak kemarau panjang, Supriatna mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap potensi bahaya kebakaran.

Ia membeberkan, kendala utama pemadaman di lapangan kerap terhambat oleh keterbatasan armada mobil Damkar serta lambatnya proses pengisian ulang air. 

Guna mengatasi masalah teknis tersebut, Pemkab Buleleng berencana mengkaji pengadaan hydrant di area publik.

"Ke depan kami kaji agar setiap pasar—termasuk pasar desa—memiliki fasilitas hydrant untuk pengambilan air. Dengan begitu, jika terjadi kebakaran bisa segera tertangani tanpa terkendala keterlambatan pengisian air. Rencana pengadaan hydrant ini akan kami masukkan dalam penyusunan APBD 2027," tegas Supriatna.

Berdasarkan data resmi Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng, tercatat ada 7 unit ruko dan 2 unit rumah yang terdampak kebakaran.

Adapun warga yang terdampak yakni Ketut Suita yang memiliki sebuah ruko, Luh Sayang yang memiliki dua buah ruko dan sebuah rumah, Made Murni memiliki sebuah ruko,. Gede Pilih memiliki dua buah ruko, Ketut Budiarta memiliki sebuah ruko, serta Gede Wirata yang kehilangan rumah tinggal.

Penyebab awal kebakaran diduga kuat dipicu korsleting listrik dari salah satu bangunan ruko sebelum akhirnya merembet cepat ke bangunan lain di sekitarnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
Berita Buleleng Hari Ini Berita Tejakula Kebakaran Tejakula Gede Supriatna damkar buleleng