Kebakaran di Bukit Mendaum Tejakula Picu Pipa Air Minum Meleleh

Eka Prasetya • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 09:13 WIB
PADAMKAN API: Tim gabungan memadamkan api di Bukit Mendaum, Tejakula. (Kecamatan Tejakula)
PADAMKAN API: Tim gabungan memadamkan api di Bukit Mendaum, Tejakula. (Kecamatan Tejakula)

 

TEJAKULA, RadarBuleleng.id – Perjuangan tim gabungan menjinakkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bukit Banjar Dinas Antapura, Desa/Kecamatan Tejakula, Buleleng, akhirnya berbuah. 

Kendati si jago merah yang sempat mengancam kawasan permukiman penduduk kini berhasil ditahan, ancaman belum sepenuhnya sirna. 

Kepulan asap tebal masih mengepul dari balik tebing-tebing curam yang tak tersentuh jangkauan manusia.

Musibah karhutla tersebut semula terdeteksi pada Sabtu malam (12/9/2026). Kala itu, titik api yang berada jauh di puncak bukit diperkirakan bakal padam dengan sendirinya. 

Namun, perhitungan itu meleset. Sapuan angin kencang di kawasan perbukitan Bali Utara justru mengobarkan api hingga merembet cepat ke lereng bawah sepanjang Minggu (13/9/2026).

Menyikapi titik api yang makin menjangkau kawasan pemukiman, tim gabungan dari Polsek Tejakula, BPBD Buleleng, Polhut, Koramil, LPHD, hingga warga lokal melancarkan aksi penyisiran darat pada Senin pagi (14/9/2026). 

Hingga Selasa (15/9/2026) petugas harus menembus medan terjal dengan berjalan kaki untuk memadamkan api secara manual.

Medan ekstrem dengan tebing curam membuat petugas kewalahan memadamkan api.

Camat Tejakula, Made Agus Hartika mengungkapkan, hasil penyisiran bersama pengurus BUMDes menemukan kerusakan pada instalasi saluran air bersih warga. 

Pipa utama berukuran 4 dim yang membentang ke arah Bukit Sangkur meleleh disambar kobaran api.

"Tadi kami cek ke atas, ada pipa air yang baru dipasang ke arah Bukit Sangkur ke timur meleleh terkena api. Pipa ini bagian dari proyek perluasan jaringan air minum di Tejakula dan belum sempat digunakan. Saat ini panjang kerusakan masih diinventarisasi," ujar Agus Hartika, Selasa (15/9).

Mengenai situasi terkini di puncak bukit, Agus memastikan api tidak lagi mengancam pemukiman warga di bawah. 

Lidah api di bagian atas telah bergerak membakar vegetasi hingga ke perbatasan wilayah Subaya, Kabupaten Bangli.

"Secara visual, bagian bawah yang dekat pemukiman sudah aman dan tinggal sisa abu. Tapi untuk puncak bukit dan tebing-tebing terjal memang tidak bisa dijangkau sama sekali karena medannya sangat berat. Di atas sana masih terpantau kepulan asap," tandasnya.

Hingga Selasa sore, tim gabungan masih menyiagakan personel di posko lereng bukit guna mengantisipasi kemungkinan munculnya percikan api baru akibat cuaca kering dan angin kencang. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
Berita Buleleng Hari Ini Karhutla Buleleng Kebakaran Bukit Tejakula jawa pos radar bali Polres Buleleng