Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Pertahankan Tradisi, Yowana di Buleleng Diajarkan Buat Banten

Francelino Junior • 2024-07-03 05:05:00
Yowana Desa Adat Buleleng diajarkan membuat sarana banten dalam pasraman remaja. Ini dalam rangka mengisi masa liburan sekolah serta mempertahankan tradisi.
Yowana Desa Adat Buleleng diajarkan membuat sarana banten dalam pasraman remaja. Ini dalam rangka mengisi masa liburan sekolah serta mempertahankan tradisi.

SINGARAJA-Dalam rangka mengisi masa libur sekolah, Desa Adat Buleleng menggelar pasraman remaja.

Menariknya, dalam kegiatan tersebut muda-mudi atau remaja (yowana) Desa Adat Buleleng diajarkan membuat banten untuk mempertahankan tradisi.

Puluhan remaja yang merupakan pengemong Pura Segara Desa Adat Buleleng, yang terdiri dari Banjar Adat Kampung Baru, Kampung Anyar, Banjar Jawa, Banjar Bali, dan Kaliuntu mengikuti pelajaran membuat sarana banten pada Selasa (2/7) di Wantilan Desa Adat Buleleng.

Kelian Desa Adat Buleleng, Nyoman Sutrisna mengatakan bila dalam pasraman remaja ini, para yowana tidak hanya diberi pemahaman tentang budi pekerti saja, melainkan juga diajarkan tentang mempertahankan tradisi, utamanya dalam pembuatan banten.

Dalam prakteknya, yowana lanang (laki-laki) diajarkan membuat sanggah crukcuk. Sedangkan yowana istri (perempuan) diajarkan membuat daksina. Hasil tersebut kemudian dirangkum menjadi banten.

Kata Sutrisna, ini penting dilakukan agar generasi muda paham tentang sarana-sarana upakara, termasuk dengan fungsinya. 

“Ini dilakukan agar mereka dapat membuat sendiri di rumah. Sehingga kedepannya, yang bisa dikerjakan, tidak perlu membeli di luar,” katanya.

Kelian Desa Adat Buleleng ini mengharapkan agar masa liburan yowana di wilayahnya, bisa terisi dengan kegiatan bermanfaat.

Selain agar mereka dijauhkan dari dampak negatif penggunaan gawai (gadget) dan media sosial.

“Mereka yang berasal dari banyak sekolah, semoga bisa mengetuk tularkan ke lingkungan rumah hingga sekolah,” lanjutnya.

Sutrisna mengungkapkan bila pasraman remaja ini sering dilakukan tiap tahunnya. Utamanya dalam mengisi masa libur sekolah.

Selama kegiatan, yowana diajak mengikuti sejumlah aktivitas bernafas Hindu.

Seperti dharma gita atau pesantianmengulat, membuat sesajen, hingga mesatua Bali.

Bahkan mereka juga diberikan penyuluhan tentang seksual, yang bertujuan mencegah peristiwa kekerasan seksual pada anak dan perempuan.

Namun, para peserta yang berasal dari banjar adat di bawah naungan Desa Adat Buleleng, digilir tiap tahunnya.

Untuk diketahui, peserta dibagi ke dalam tiga pengemong yakni dari Pura Desa, Pura Dalem, dan Pura Segara.

“Kami rutin melaksanakan pasraman remaja, berdasarkan kondisi di wilayah sendiri. Sehingga yang didapatkan para yowana berkorelasi dengan situasi saat ini,” jelas Sutrisna. ***

Editor : Donny Tabelak
#desa adat buleleng #muda mudi #yohana #remaja #libur sekolah #Banten