SINGARAJA, radarbuleleng.id - Dalam rangka Hari Kunjung Perpustakaan, yang diperingati setiap tanggal 14 Agustus, Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (DAPD) Kabupaten Buleleng menggelar Festival Literasi Buleleng 2024.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat literasi di Bali utara.
Festival Literasi ini berlangsung mulai tanggal 3-13 September di Kantor DAPD Buleleng, yang diawali dengan Lomba Bercerita Tingkat SD.
Festival perdana ini disebutkan sebagai momen penting, untuk mendorong minat baca dan cinta literasi di kalangan masyarakat.
Kepala DAPD Buleleng, Made Era Oktarini mengatakan bahwa literasi memang diketahui sebagai pondasi utama dalam pendidikan dan pembangunan karakter bangsa.
Peningkatan literasi juga akan mendukung Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM).
Tentu harapannya adalah membuat Buleleng diakui sebagai Kabupaten Literasi dan menjadi contoh dalam pengembangan literasi di tingkat provinsi maupun nasional. Sehingga festival ini sebagai langkah penting memperkuat literasi.
”Tujuannya untuk meningkatkan minat baca dan literasi di Buleleng, yang selama dua tahun terakhir telah menunjukkan peningkatan signifikan dalam IPLM,” ujarnya usai pembukaan festival pada Selasa (3/9).
Kata Era, festival ini melibatkan peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK/PAUD hingga SMA/SMK, serta para pengelola perpustakaan.
Lomba yang diselenggarakan seperti Lomba Bercerita Tingkat SD, Lomba Sinopsis Tingkat SMA/SMK, Lomba Pustakawan, Lomba Mewarnai Tingkat PAUD/TK, dan Lomba Kliping Konten Lokal Tingkat SD dan SMP.
Lomba Menulis Sejarah Desa Tingkat Pengelola Desa, Lomba Karya Tulis Konten Lokal, Lomba Video Reel, Apresiasi Pemustaka, serta Bedah Buku untuk mengulas karya sastra yang menjadi inspirasi.
”Acara ini bukan hanya sekedar festival, tetapi sebuah gerakan untuk menjadikan Buleleng sebagai Kabupaten Literasi,” lanjut Era. ***
Editor : Donny Tabelak