SINGARAJA– Luas kebakaran timbunan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bengkala diperkirakan mencapai 50 are. Luasan kebakaran itu diklaim tidak memengaruhi layanan pengangkutan sampah di TPA Bengkala.
Hingga kemarin, tim gabungan masih dikerahkan memadamkan api. Tim itu terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng. Sudah puluhan tangki air yang disemprotkan ke timbunan sampah.
Kepala DLH Buleleng, Gede Melandrat mengklaim timbulan asap dampak kebakaran sudah berkurang. Timbunan sampah yang telah terbakar, kini harus dibongkar. Sehingga kebakaran tidak berkepanjangan.
“Kebetulan ada lahan baru. Sampahnya kami bongkar dan tata ulang lagi. Kebetulan kan ada perluasan lahan. Sampah ini kami tata ulang di lahan yang baru,” kata Melandrat.
Menurut Melandrat pihaknya sudah berupaya mengendalikan kebakaran di TPA Bengkala. Ia mengklaim sudah dua tahun belakangan TPA tidak pernah terbakar. Bahkan kepulan asap pun tidak ada. Sayangnya kebakaran kali ini tidak bisa dihindari. Lantaran cuaca panas berkepanjangan.
“Cuaca di TPA Bengkala itu cukup panas. Belum pernah ada hujan di sana. Sehingga terjadi pemanasan suhu. Akhirnya muncul gas metan yang memicu asap tersebut,” jelasnya.
Menyusul kebakaran tersebut, ia menjamin layanan sampah di TPA Bengkala tidak akan terganggu. Sebab masih ada lahan seluas 1,5 hektare yang bisa digunakan untuk pelayanan sampah. Selain itu timbunan sampah yang terbakar juga hanya seluas 50 are. Dia yakin tidak akan mengganggu pelayanan TPA yang luasnya mencapai tujuh hektare.
DLH juga telah mengerahkan alat berat untuk mengurai timbunan sampah. Terutama di timbunan yang tingginya melebihi 10 meter. Sehingga pengelolaan sampah bisa makin optimal.
“Memang kekurangan kami di TPA itu alat berat terbatas. Tapi Pak Pj sudah memberi Solusi dan pinjaman alat untuk mengurai timbunan sampah. Sekarang sudah menurun, karena sudah terurai,” ujar pria yang juga mantan Kepala Dinas Perikanan Buleleng itu.
Bagaimana dengan langkah antisipasi mendatang? Pemerintah berencana merancang ulang tata letak timbunan sampah di TPA Bengkala. Rencananya timbunan sampah akan dilengkapi dengan drainase dan pipa pembuangan gas metan.
Selain itu timbunan sampah juga harus dilengkapi dengan instalasi air dan pipa hydrant. “Kalau ada kejadian, penanganan bisa cepat. Untuk pendinginan juga bisa optimal. Nanti kami dari DLH dan Dinas PU akan sama-sama membuat kajian teknis penataan lahan yang lebih baik,” tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, timbunan sampah di sisi barat TPA Bengkala terbakar. Asap dilaporkan muncul sejak Jumat (29/12) pekan lalu, namun bertambah parah pada Minggu (31/12). Kepulan asap itu dikeluhkan warga di Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan. Biasanya asap akan tercium di wilayah Banjar Dinas Tegal dan Banjar Dinas Pasek. Asap tercium sejak pukul 20.00 malam hingga pukul 00.00 dini hari. ***
Editor : Donny Tabelak