Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Perkuat Ketahanan Pangan di Buleleng, Hutan Diubah Jadi Urban Farming

Francelino Junior • Kamis, 4 Januari 2024 | 04:05 WIB
Pemanfaatan hutan kota Buleleng menjadi urban farming untuk mewujudkan ketahanan pangan di Buleleng.
Pemanfaatan hutan kota Buleleng menjadi urban farming untuk mewujudkan ketahanan pangan di Buleleng.

BULELENG-Kabupaten Buleleng kini tengah menggarap urban farming atau pertanian perkotaan di lahan hutan kota yang berada di Desa Banyuasri, Kecamatan Buleleng.

Lahan seluas 1,9 hektar itu rencananya akan dipergunakan seluas 1 hektar untuk mewujudkan ketahanan pangan daerah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buleleng Gede Melandrat mengatakan, tujuan dari pemerintah daerah memanfaatkan hutan kota ini sangat positif.

Terlebih nantinya, secara masterplan, lahan luas tersebut tidak hanya ditanami cabai saja. Melainkan juga akan ditanami sayuran, serta dibuat blok peternakan, blok perikanan, hingga pembuatan pupuk organik.

Bahkan, lanjut Melandrat, urban farming ini bisa menjadi tempat edukasi bagi pelajar di Buleleng. Baik untuk belajar tentang lingkungan hidup serta pemanfaatannya.

Terkait hal itu, para pelajar akan mendapatkan pendampingan dari Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, mengenai teknis pembudidayaan yang baik dan benar.

“Pemanfaatan hutan kota menjadi urban farming untuk mewujudkan ketahanan pangan di Buleleng,” ungkapnya dikonfirmasi Rabu (3/1).

Meskipun sudah memiliki rencana yang matang, tetapi lahan ini berada di seberang Tukad (sungai) Banyumala alias terisolir.

Pemerintah Kabupaten Buleleng pun bekerja sama dengan Kodim 1609/Buleleng untuk membantu membuka akses jalan menuju lahan tersebut.

Kodim 1609/Buleleng berencana membuat jembatan bailey atau jembatan rangka baja yang mudah dipindah dengan lebar 7 meter dan panjang 29 meter.  Ini bertujuan untuk memudahkan akses menuju lahan hutan kota tersebut.

 “Setelah akses jalannya jadi baru akan direvitalisasi lahannya. Mengingat kondisi tanah yang dominan rawa-rawa sehingga perlu diratakan terlebih dahulu,” jelas Dandim 1609 Letkol Kav Angga Nurdyana pada Rabu (3/1).

Cabai akan menjadi komoditi pertama yang akan ditanam di lahan urban farming tersebut. Ini dilakukan juga sebagai bentuk pengendalian inflasi.

 “Kami berharap Januari ini lahan sudah siap ditanami. Sehingga bisa ditanami kelompok tani, dan diserap hasilnya oleh Perumda Pasar,” imbuhnya.

Sebelumnya, lahan seluas 1,9 hektar ini pernah direncanakan sebagai sarana olahraga pada masa pemerintahan Bupati Putu Agus Suradnyana. Sebuah stadion dan jogging track rencananya akan berdiri megah di sana.

Namun, hingga akhir masa jabatannya, sarana olahraga tersebut tidak terealisasi. Hingga DLH Buleleng kemudian berencana memanfaatkan lahan tersebut pada awal 2023 untuk ditanami cabai.

Dan kemudian di tahun 2024 ini, lahan tersebut akan berubah menjadi urban farming, yang terbagi menjadi beberapa blok. ***

Editor : Donny Tabelak
#Kodim 1609/Buleleng #ketahanan pangan #pertanian perkotaan #pemkab buleleng #urban farming