Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Kendalikan Kebakaran TPA Bengkala, DLH Perlu Tambahan Alat Berat 

Eka Prasetya • Sabtu, 6 Januari 2024 | 01:45 WIB
MASIH BERASAP: Alat berat di TPA Bengkala masih melakukan penataan timbunan sampah, dampak kebakaran yang terjadi sejak 29 Desember lalu.
MASIH BERASAP: Alat berat di TPA Bengkala masih melakukan penataan timbunan sampah, dampak kebakaran yang terjadi sejak 29 Desember lalu.

KUBUTAMBAHAN, RadarBuleleng.id - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng masih memerlukan tambahan alat berat, untuk mempercepat penanganan kebakaran di TPA Bengkala, Kecamatan Kubutambahan. Sebab hingga Jumat (5/1/2024) asap masih mengepul dari lokasi tersebut.

Penanganan kebakaran di TPA Bengkala masih dilakukan. Tim gabungan dari DLH Buleleng, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, dan Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng, masih rutin melakukan penyemprotan air di gunungan sampah.

Kepala DLH Buleleng, Gede Melandrat mengatakan, penyiraman itu merupakan upaya pendinginan. Hingga kini tidak ditemukan lagi titik api di TPA Bengkala. Hanya saja masih ada timbunan asap yang muncul.

Menurut Melandrat, meski terjadi kebakaran, aktivitas di TPA Bengkala tidak mengalami gangguan. Alat berat terus bergerak untuk mengurangi timbunan sampah. Selain itu ada alat gerak yang dikerahkan untuk menimbun sampah dengan tanah.

Melandrat mengatakan, DLH Buleleng telah menyusun rencana penataan TPA Bengkala. Rencana itu meliputi penyediaan parit-parit air, saluran gas metana, serta alat berat.

“Alat berat adalah sarana yang sangat krusial, karena berfungsi untuk mengurai sampah. Membuka jalan saat ada truk. Termasuk melakukan sanitary landfill, menutup sampah dengan tanah. Selama ini, alat berat masih terbatas di sini,” kata Melandrat. 

Saat ini ada tiga unit alat berat di TPA Bengkala. Seluruh alat berat itu hanya beroperasi selama delapan jam sehari. 

Sayangnya dari tiga unit alat berat itu, hanya satu unit saja yang bisa digunakan. Sementara dua unit sisanya dalam kondisi rusak berat.

Menurut Melandrat, dengan lahan TPA seluas tujuh hektare, idealnya ada enam unit alat berat yang disiapkan. Baik itu buldoser maupun loader.

“Sementara ini kami dapat pinjaman dari Balai Jalan, ada pinjaman dari Pemprov, dan punya Dinas PUTR. Mudah-mudahan sebelum diminta, penataan di TPA sudah selesai,” tegasnya.

Rencananya DLH Buleleng juga akan mengusulkan pembelian alat berat melalui APBD Buleleng. Mengingat jumlah sampah residu yang masuk ke TPA Bengkala mencapai 150 ton per hari.(*)

Editor : Eka Prasetya
#kecamatan kubutambahan #berita buleleng #tpa bengkala #kebakaran #radar buleleng #alat berat #tpa