SINGARAJA-Rumah singgah atau rumah aman di Kabupaten Buleleng diharapkan segera terwujud di tahun 2024.
Tempat ini dibangun untuk tujuan mulia, yaitu sebagai tempat penampungan sementara untuk memberikan rasa aman bagi warga terlantar, gepeng, disabilitas hingga korban kekerasan seksual.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra menuturkan bahwa rumah singgah ini sangat diperlukan dan tentu menjadi kebutuhan yang mendesak.
Apalagi sudah dicanangkan sejak tahun 2022 lalu. Bahkan tahun 2015 lalu juga pernah diajukan tapi terkendala anggaran.
“Kalau rumah singgah ini sebenarnya sangat mendesak, karena dipergunakan untuk memberdayakan bagi mereka yang memerlukan kesejahteraan sosial. Termasuk juga kegiatan pilar-pilar sosial,” ujar Kariaman pada Sabtu (13/1).
Pihaknya berharap agar di tahun 2024 ini, Pemerintah Kabupaten Buleleng bisa mengalokasikan anggaran agar rumah singgah dapat terwujud.
Apalagi fungsi rumah ini memang berfokus pada kegiatan-kegiatan sosial. Juga menyimpan kelebihan bantuan kebencanaan.
Untuk diketahui, rencananya rumah singgah ini akan dibangun tepat di belakang Kantor Dinsos Buleleng, di atas lahan seluas 8,5 are.
Dengan berada berdekatan, akan memudahkan dalam memberikan pelayanan berupa pengawasan dan pembinaan bagi masyarakat yang berada di rumah singgah.
Selain sebagai tempat sementara dan penanganan masalah sosial, rumah singgah juga menjadi tempat belajar dan mengembangkan keterampilan bagi warga terlantar, disabilitas, hingga gepeng.
“Kami selalu harapkan dari pimpinan bisa mengalokasikan. Astungkara di 2024 bisa dialokasikan,” lanjut Kepala Dinsos Buleleng itu. ***
Editor : Donny Tabelak