SINGARAJA-Jenazah Adhi Putra Krismawan, 23, korban pengeroyokan Orang Tak Dikenal (OTK) di Jalan Raya Sempidi-Dalung pada Selasa (16/1) sekitar pukul 00.30 WITA, akhirnya dibawa pulang ke rumahnya di Gang 8C, Jalan Pulau Sumatera, Lingkungan Widya Sari, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Buleleng.
Mirisnya, jenazah Adhi yang tiba di rumahnya pada Selasa (16/1) sekitar pukul 22.00 WITA, dibawa pulang menggunakan mobil bak terbuka dari RSUP Prof Ngoerah Denpasar. Bahkan mengenai biaya pemakaman, pihak keluarga berharap ada uluran tangan.
Ayah Adhi, Made Suki Arsawan, 55, mengaku hal ini terpaksa dilakukan lantaran keluarganya memiliki keterbatasan ekonomi. Disebutkan sebanyak lima orang anggota keluarga menjemput jenazah korban pengeroyokan yang viral itu dengan meminjam mobil bak terbuka.
Setibanya di ujung Jalan Pulau Sumatera, karena jalan menuju rumahnya tidak bisa diakses kendaraan roda empat, jenazah Adhi lalu digotong menggunakan tandu yang terbuat dari bambu oleh sejumlah pemuda di lingkungan rumahnya.
"Jenazah tiba di rumah kemarin (Selasa) sekitar pukul 22.00 WITA, naik mobil pick up, karena biaya ambulans sangat besar sampai ke Buleleng, kami tidak ada uang. Syukur Tuhan menolong, dalam perjalanan tidak ada hujan sama sekali," ujar Suki ditemui di rumahnya pada Rabu (17/1) siang.
Suki menuturkan, ia tak menyangka anaknya mengalami luka yang cukup parah di bagian dada.
Dari hasil otopsi yang ia terima, disebutkan ayah korban, terdapat luka tusuk pisau sedalam 14 cm dari dada kanan yang menembus ke jantung. Selain itu, terdapat juga luka memar bekas cekik di leher Adhi.
"Saya sangat sedih dengan kondisi anak saya. Dia padahal sangat sopan, bahkan tidak gabung ormas manapun," lanjutnya dengan nada sedikit bergetar.
Pihak keluarga pun meminta agar polisi dapat dengan segera menangkap sejumlah OTK yang disebutkan berjumlah 12 orang, yang merupakan pelaku pengeroyokan Adhi. Ini penting dilakukan, kata Suki, agar keamanan dapat terjaga kembali.
Apalagi Adhi pergi ke Bali selatan bukan hanya untuk mencari pengalaman saja, tetapi mencari pekerjaan untuk memberikan kehidupan bagi anak laki-laki semata wayangnya yang berusia 3,5 tahun.
Anak laki-laki korban, disebutkan sudah dirawat oleh orang tua Adhi karena ditinggal oleh ibunya.
"Polisi mohon usut secepat, setuntas, dan seadil-adilnya. Hukum yang setimpal dan seberat-beratnya. Kalau bisa harus hukum mati biar jera, agar tidak muncul lagi kasus serupa dan bibit-bibit yang dapat merusak nama Bali," tegas ayah Adhi.
Rencananya, Adhi Putra Krismawan akan dikebumikan pada Sabtu (20/1) sekitar pukul 13.00 WITA di Taman Makam Umat Kristiani. ***
Editor : Donny Tabelak