Adhi Putra Krismawan menjadi korban pengeroyokan yang terjadi di Jalan Raya Sempidi-Dalung, Banjar Uma Gunung, Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung pada Selasa (16/1) sekitar pukul 00.30 WITA.
Ia dikeroyok Orang Tak Dikenal (OTK) yang diduga berjumlah 12 orang, hingga meregang nyawa.
Dari hasil otopsi, ditemukan luka tusuk di dada kanannya sedalam 14 cm yang menembus jantung.
Jenazah Adhi diberangkatkan dari rumahnya di Gang 8C, Jalan Pulau Sumatera, Lingkungan Widya Sari, Kelurahan Kampung Baru menggunakan mobil ambulans milik Palang Merah Indonesia Kabupaten Buleleng.
Ratusan masyarakat ikut menghantar ke tempat peristirahatan terakhirnya, meskipun cuaca cukup panas saat itu.
Adhi diketahui dimakamkan satu liang lahat dengan adiknya nomor 6, yang telah meninggal terlebih dahulu saat masih kecil.
Suasana haru dan sendu mewarnai pemakaman Adhi. Tak hanya orang tua, tetapi para teman sejawatnya juga turut berduka atas kepergian anak keempat dari pasangan Made Suki Arsawan dengan Putu Suartini.
Lantunan doa dan lagu rohani dipimpin pendeta menambah kekhusyukan ibadah pemakaman pemuda yang merantau ke Bali selatan itu.
Ibu Adhi, Putu Suartini bahkan tampak lemas dan hanya duduk terdiam sambil menatap peti jenazah anaknya di dalam liang lahat. Bahkan ia sempat pingsan tatkala liang kubur itu mulai ditutup tanah.
Kakak dan adik Adhi juga terlihat tak bisa menahan kesedihannya.
Kakak perempuan Adhi tampak menangis sepanjang prosesi pemakaman berlangsung. Berbeda dengan sang kakak, adik nomor 5 Adhi telihat tegar meskipun pada akhirnya air matanya harus jatuh, ketika ia melihat kakaknya perlahan tertutup tanah.
Adik Adhi nomor 5, Gede Juniartawan diketahui menjadi rekan satu kamar Adhi di sebuah kos di wilayah Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung.
Keluarga maupun kerabat yang hadir berharap polisi segera mengusut dan menangkap para pelaku sadis itu. Supaya tidak terjadi lagi peristiwa serupa yang mengganggu keamanan, kedamaian, dan kenyamanan di Bali.
“Aparat yang berwajib mohon agar kejadian ini cepat terungkap. Beri hukuman setimpal dengan perbuatannya kepada anak saya,” harap Made Suki Arsawan, ayah korban.
Sementara itu, peristiwa yang menimpa Adhi juga memantik rasa iba dari kalangan pengacara.
Eks pengacara Brigadir Joshua, Yonathan Andre Baskoro mengatakan siap memberikan pendampingan hukum.
Yonathan yang hadir saat prosesi pemakaman Adhi di Buleleng mengaku tergerak untuk membantu karena latar belakang keluarga Adhi yang kondisinya dalam kondisi sulit.
Keluarga Adhi disebutkan sangat mendukung dan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada Yonathan.
“Kalau ada ketidakadilan, sebagai lawyer harus ambil peran dan ikut memperjuangkan. Bantuan pendampingan hukum ini gratis. Keluarga tinggal menandatangani surat kuasa penyerahan penanganan kasus hukum ini kepada saya,” ujar Yonathan.
Ia berharap agar pihak kepolisian dapat bertindak cepat, profesional, dan transparan dalam penanganan peristiwa keji ini. Apalagi polisi sudah mengatakan bahwa ciri-ciri pelaku sudah diketahui, ditambah video-video terkait peristiwa yang beredar.
“Saya berdoa dan dukung terus polisi untuk bertindak cepat, agar kasus ini dapat terang benderang,” tutupnya. ***
Editor : Donny Tabelak