Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Jelang Galungan, Puluhan Keluarga Miskin di Buleleng Dapat Bantuan Sembako

Eka Prasetya • Kamis, 22 Februari 2024 | 02:42 WIB

 

JELANG HARI RAYA: Warga miskin di Buleleng mendapat bantuan beras dari salah satu perusahaan swasta yang disalurkan melalui Dinas Sosial Buleleng.
JELANG HARI RAYA: Warga miskin di Buleleng mendapat bantuan beras dari salah satu perusahaan swasta yang disalurkan melalui Dinas Sosial Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Sebanyak 71 kepala keluarga di Buleleng bisa tersenyum menjelang hari raya Galungan.

Puluhan keluarga yang tersebar di 3 kecamatan itu mendapat bantuan paket sembako menjelang hari raya Galungan yang akan jatuh pada Rabu (28/2/2024) pekan depan.

Bantuan itu berasal  dari salah satu perusahaan swasta di Buleleng. Bantuan akhirnya disalurkan melalui Dinas Sosial Buleleng agar tepat sasaran.

Total ada 26 paket sembako yang diberikan kepada keluarga miskin di Kecamatan Sukasada, 15 paket sembako untuk Kecamatan Gerokgak, dan 30 paket untuk keluarga miskin di Kecamatan Seririt.  

Bantuan itu didistribusikan melalui Dinas Sosial Buleleng, sejak Rabu (21/2/2024) dan akan disalurkan secara bertahap.

Kepala Dinas Sosial Buleleng, I Putu Kariaman Putra mengatakan, bantuan itu merupakan cara pemerintah berkolaborasi dengan lembaga swasta.

Menurutnya pemerintah tidak bisa mengentaskan angka kemiskinan seorang diri. Namun perlu partisipasi dari berbagai pihak, salah satunya lembaga swasta.

Kariaman mengaku angka kemiskinan di Buleleng cukup tinggi. Versi Badan Pusat Statistik (BPS), warga miskin di Buleleng ada  41.680 orang.

Namun bila mengacu Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), ada 68.292 kepala keluarga atau 209.450 orang miskin di Buleleng. 

Menurut Kariaman, mereka yang ada di dalam DTKS, sebenarnya sudah mendapatkan berbagai program bantuan dari pemerintah. 

Seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), hingga Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN KIS).

Masalahnya dari verifikasi dan validasi Dinsos Buleleng, masih ada 32.930 jiwa warga dalam DTKS yang belum menerima bantuan. 

“Nah yang belum dapat program bantuan ini yang kami prioritaskan mendapatkan bantuan dari swasta seperti saat ini,” terang Kariaman.

Kariaman pun mengajak lembaga swasta menyalurkan bantuan melalui pemerintah. Bantuan itu merupakan Tanggung Jawab Sosial perusahaan.

Selain berupa sembako, Dinsos juga mendapatkan bantuan satu unit bedah rumah yang diterima oleh I Gusti Ketut Oka warga Banjar Dinas Kayuputih, Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak. (*)

Editor : Eka Prasetya
#keluarga miskin #gerokgak #dinas sosial #sukasada #seririt #buleleng