SINGARAJA-Lahan seluas dua hektar yang berada di tengah Kota Singaraja milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng di Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng ditanami cabai sebanyak 12 ribu.
Langkah penanaman cabai di lahan luas ini untuk mengantisipasi juga mencegah terjadinya inflasi di Kabupaten Buleleng.
Penanaman salah satu komoditi ini dilakukan pada Jumat (1/3) mulai pukul 07.30 Wita, yang dilakukan oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Buleleng, juga Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra.
Dewa Indra mengatakan bila pihaknya mendorong agar pemkab mengupayakan lahan kurang produktif, agar menjadi lahan yang bisa memproduksi komoditas pangan yang bisa mencukupi di wilayah sendiri.
Hal ini juga karena Bali menjadi yang terbaik di Indonesia sebagai daerah dengan indeks ketahanan pangan (IKP) terbaik I dengan nilai 85,19.
“Komoditi pemicu inflasi seperti beras, cabai, juga bawang putih terus dipantau secara rutin. Untuk di Buleleng tolong pertahankan tanaman apa yang cocok ditanam di lahan Banyuasri ini, nanti bangun kolaborasi bersama,” katanya usai penanaman cabai perdana di sana.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana menjelaskan bila pihaknya sengaja memanfaatkan lahan tidur itu, untuk penanaman komoditas yang berkontribusi tinggi terhadap inflasi.
Terkait dengan pemeliharaan komoditas yang ditanam di lahan yang berada di seberang Tukad Banyumala itu, Lihadnyana menyebutkan pasukan hijau dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buleleng yang akan bertugas.
“Paling tidak cabai bisa ditanam di sini. Karena dengan penanaman di lahan luas ini akan mempengaruhi psikologi harga di pasar. Nanti pasukan hijau yang akan memelihara tanaman di sini, hasilnya akan dibeli oleh Perumda Pasar Argha Nayottama Buleleng,” jawabnya.***
Editor : Donny Tabelak