SINGARAJA-Smart farming milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng di atas lahan seluas dua hektar di wilayah Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng akhirnya mulai berproduksi.
Lahan ini berada di seberang Tukad Banyumala, sehingga untuk menuju kesana harus melewati jembatan.
Sebelumnya, jembatan semi permanen sudah dibangun Yonzipur 18/Yudha Karya Raksaka sepanjang 33 meter dengan lebar 6,7 meter.
Jembatan bailey ini memang dibangun, untuk memudahkan proses penggarapan tahap awal lahan hutan kota, yang akan dipergunakan sebagai smart farming.
Tetapi, jembatan bailey yang dibangun TNI ini digunakan berbatas waktu lantaran dipinjam, sehingga akan dibongkar pada bulan Mei 2024 nanti.
Mengenai hal itu, Penjabat (Pj) Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana mengatakan bila Pemkab Buleleng sudah melakukan pengukuran untuk pembangunan jembatan pengganti.
Namun, Lihadnyana mengatakan bila jembatan yang akan dibangun pemerintah menuju ke smart farming itu, tidak untuk transportasi pada umumnya. Melainkan untuk keperluan-keperluan tertentu saja, seperti olahraga serta kegiatan di smart farming.
“Untuk jembatan sudah diukur. Jembatannya permanen, tetapi tidak untuk transportasi pada umumnya, ini untuk melindungi lahan,” ujar Lihadnyana usai penanaman cabai perdana pada Jumat (1/3) pagi.
Pj Bupati Buleleng ini menyebutkan bila kendaraan roda empat diizinkan melewati jembatan, tetapi tidak untuk truk maupun kendaraan dengan jumlah roda di atas empat. Dengan catatan, bahwa mobil-mobil masuk ke sana untuk berolahraga serta menikmati smart farming.
“Jika dibuatkan jembatan seperti sekarang, lahan di belakangnya akan habis karena ada jalur transportasi. Mobil bisa masuk, cuma tidak untuk truk. Tapi dalam konteks mobil itu masuk, untuk olahraga atau menikmati smart farming,” sambungnya.
Mengenai lahan smart farming lainnya, Lihadnyana mengungkapkan bila pihaknya berencana akan membuat lahan parkir untuk masyarakat yang datang ke sana, kemudian pembuatan jogging track, hingga budidaya bambu seperti di Jepang dan Cina.
“Kalau ulang tahun Kota Singaraja, kita tanami juga. Akan penuh terisi nanti (lahan smart farming) dengan komoditi yang memberi dampak inflasi atau pun komoditi lainnya,” pungkasnya. ***
Editor : Donny Tabelak