Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Pantai Camplung Buleleng Porak Poranda Disapu Gelombang Pasang

Eka Prasetya • Minggu, 10 Maret 2024 | 16:21 WIB

 

PORAK PORANDA: Kerusakan yang terjadi di Pantai Camplung, Kelurahan Banyuasri, Buleleng, akibat gelombang pasang.
PORAK PORANDA: Kerusakan yang terjadi di Pantai Camplung, Kelurahan Banyuasri, Buleleng, akibat gelombang pasang.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Hujan lebat yang terjadi di Buleleng pada Sabtu (9/3/2024) bukan hanya menyebabkan tanah longsor.

Peristiwa hujan lebat itu juga memicu gelombang pasang di pesisir utara Kabupaten Buleleng.

Kerusakan terparah terjadi di kawasan Pantai Camplung, Kelurahan Banyuasri, Buleleng.

Pantauan RadarBuleleng.id, sampah yang berupa kayu gelondongan tampak memenuhi kawasan Pantai Camplung.

Sampah-sampah itu bahkan menumpuk hingga areal parkir kendaraan di depan Pura Segara Banyuasri.

Selain itu bangunan kedai dan warung yang ada di sekitar pantai juga rusak karena dikoyak gelombang pasang dan angin kencang.

Anggota Kelompok Nelayan Segara Gunung, Komang Agus Hartawan mengatakan, ini pertama kalinya terjadi peristiwa gelombang pasang yang menyebabkan kerusakan cukup masif.

Menurut Agus, gelombang pasang mulai terjadi pada pukul 19.00 Sabtu petang. Gelombang terparah terjadi pada pukul 21.00 malam.

Akibat peristiwa tersebut sebanyak enam unit perahu milik nelayan rusak. Bahkan ada yang terbelah menjadi dua.

Selain itu sebuah perahu nelayan juga hilang diseret gelombang pasang.

“Ombaknya itu sampai jam 12 malam. Kami sudah tidak sempat menyelamatkan perahu,” katanya.

Agus juga menyebut ketinggian gelombang di pantai bisa mencapai 3 meter.

“Makanya bangunan rusak. Perahu yang ditaruh di atas juga rusak. Kemarin kami memang stand by di sini. Tapi tidak bisa melakukan evakuasi karena cuacanya ekstrem,” ujarnya.

Ia pun berharap pemerintah dapat membantu para nelayan. Karena kerugian akibat peristiwa tersebut mencapai puluhan juta.

“Rata-rata kerugian satu perahu itu sekitar Rp 10 juta. Kami harap ada bantuan. Karena kalau tidak ada perahu, kami tidak bisa melaut,” harapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Buleleng, I Gede Putra Aryana mengatakan, pihaknya masih melakukan inventarisasi kerusakan yang diderita nelayan.

Ia berharap para nelayan dapat mengamankan barang-barang untuk sementara waktu. Terutama mesin dan alat tangkap.

“Mengantisipasi terjadi badai susulan. Jadi lebih baik diungsikan dulu ke tempat yang lebih aman,” ujarnya.

Terkait harapan para nelayan, Aryana mengaku akan segera berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan kementerian.

“Kami upayakan ada bantuan. Karena ini kan terkait mata pencaharian mereka. Saat ini kami masih data dampak dan kerusakannya,” demikian Aryana. (*)

Editor : Eka Prasetya
#Pantai Camplung #nelayan #pantai #camplung #buleleng #Banyuasri #gelombang pasang