Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Tuntaskan Masalah Banjir di Lovina, Begini Strategi Pemkab Buleleng

Eka Prasetya • Minggu, 17 Maret 2024 | 20:12 WIB

 

TERSUMBAT: Saluran  air yang ada di perbatasan antara Desa Kalibukbuk dengan Desa Kayuputih. Air yang meluap dari saluran tersebut memicu banjir di kawasan wisata Lovina.
TERSUMBAT: Saluran air yang ada di perbatasan antara Desa Kalibukbuk dengan Desa Kayuputih. Air yang meluap dari saluran tersebut memicu banjir di kawasan wisata Lovina.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Banjir yang terjadi di kawasan wisata Lovina pada Sabtu (9/3/2024) lalu, benar-benar jadi momok bagi Buleleng.

Penyebabnya banjir itu melanda jantung kawasan wisata Lovina, yakni Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng.

Banjir terparah terjadi di Jalan Damai, Desa Kalibukbuk. Setidaknya ada 70 kepala keluarga yang sempat terendam banjir.

Selain itu banjir rob juga terjadi di Pantai Celuk Buluh, Desa Kalibukbuk. Ada 12 kepala keluarga yang terdampak di sana.

Perbekel Kalibukbuk, Ketut Suka berharap agar Pemkab Buleleng bisa mengambil tindakan konkrit guna menangani banjir yang terjadi di Desa Kalibukbuk.

Suka khawatir, bila banjir dibiarkan terus terjadi justru berdampak pada citra pariwisata di Kabupaten Buleleng.

“Karena sudah tiap tahun terjadi. Kami harap pemerintah kabupaten ada upaya-upaya untuk menuntaskan masalah ini,” harapnya.

Baca Juga: Dampak Cuaca Ekstrem, Kawasan Wisata Lovina Dilanda Banjir. Tiap Tahun Terulang, Tahun 2024 yang Paling Parah

Pada Minggu (17/3/2024), Pj. Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana mendatangi Desa Kalibukbuk guna melihat masalah yang terjadi di sana.

Lihadnyana didampingi Kapolres Buleleng AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi. Selain itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra, Camat Buleleng, I Made Dwi Adnyana, dan Sekretaris Dinas Sosial Buleleng, Gopi Suparnaca juga turut mendampingi.

Dalam kunjungan itu, Lihadnyana sempat mengecek saluran air yang ada di Jalan Damai, Gang Padma.

Saluran air itu jadi salah satu biang kerok banjir di kawasan wisata Lovina. Buktinya pada hari raya Kuningan, Sabtu (9/3/2024) lalu, banjir melanda warga yang mukim di RT 14 dan RT 15 Desa Kalibukbuk.

Selain itu, Lihadnyana juga sempat melihat saluran air yang ada di perbatasan antara Desa Kalibukbuk dengan Desa Kayuputih.

Dari pemantauan tersebut, Lihadnyana berpendapat masalah utama yang jadi pemicu banjir adalah saluran air yang kurang memadai.

Saluran air yang ada di Desa Kalibukbuk kini dalam kondisi pendangkalan cukup parah. Sehingga air dengan cepat meluap.

“Besok hari Senin, alat berat harus sudah kerja di sini. Paling tidak membersihkan saluran air, memastikan air itu lancar,” kata Lihadnyana kepada Radar Buleleng, pada Minggu (17/3/2024).

Sementara untuk penanganan jangka panjang, harus dilakukan perbaikan alur saluran air.

Lihadnyana mengatakan pihaknya akan mengundang Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida untuk menuntaskan masalah tersebut.

“Kalau di hulu diperbaiki, tapi di hilir mampet, percuma. Karena di utara itu, semakin ke hilir semakin sempit,” ujarnya.

Kondisi diperparah dengan pesatnya pembangunan di kawasan hulu. Sehingga daerah resapan juga berkurang.

“Akhirnya air itu numplek ke sini (Desa Kalibukbuk, Red). Paling tidak ada normalisasi dulu. Pemkab Buleleng akan turunkan alat berat, paling tidak untuk membersihkan saluran ini,” ujarnya.

Selain itu Lihadnyana meminta agar pemerintah desa mengedukasi masyarakat untuk membuang sampah di tempatnya. Edukasi itu harus dilakukan Pemerintah Desa Kayuputih yang ada di kawasan hulu, serta Pemerintah Desa Kalibukbuk yang ada di hilir.

Warga diminta tidak membuang potongan kayu ke saluran air. Karena ranting dan dahan kayu akan menyumbat saluran air, hingga ujungnya memicu banjir. (*)

Editor : Eka Prasetya
#kalibukbuk #radar buleleng #Pj. Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana #pemkab buleleng #lovina #banjir #buleleng