Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

WOW! Ternyata Ada Bonsai Pohon Asam yang Ditawar Kolektor hingga Rp 500 Juta

Francelino Junior • Kamis, 21 Maret 2024 | 00:51 WIB

Bonsai pohon asem yang berusia 45 tahun milik kolektor Buleleng, yang ditawar seharga Rp 500 juta.
Bonsai pohon asem yang berusia 45 tahun milik kolektor Buleleng, yang ditawar seharga Rp 500 juta.

SINGARAJA-Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Singaraja ke-420 dimeriahkan dengan pameran bonsai di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Bung Karno.

Pameran bonsai bertaraf nasional ini sudah dimulai sejak tanggal 16-24 Maret. Tetapi baru dibuka secara resmi pada Selasa (19/3) pukul 15.00 Wita.

Ketua Panitia Pameran Bonsai, Ketut Windu Saputra menjelaskan pada pameran kali ini sebanyak 717 pohon bonsai dipamerkan, dari 570 peserta seluruh Indonesia yang ikut berpartisipasi. Seperti dari Lampung, Bandung, juga Surabaya.

Ia menyebutkan, pada pameran ini ada satu bonsai tertua berusia 45 tahun, yakni bonsai pohon asem milik salah satu kolektor asal Buleleng. Bahkan bonsai itu ditawar seharga Rp 500 juta.

“Bonsai paling tua yang dipamerkan itu bonsai pohon asem milik orang Buleleng, ditawar sampai Rp 500 juta. Namun tidak dijual oleh pemiliknya," kata pria yang akrab disapa Om Bjo itu. 

Untuk di Bali, kata Windu, pembudidaya bonsai sejak 2006 memilih melakukan budidaya dengan teknik cangkok atau pembibitan. Berbeda dengan sebelumnya, mereka mengambil bonsai langsung dari alam.

“Kalau dulu bonsainya main congkel di alam, sekarang sudah cangkok dan pembibitan sendiri. Ini untuk menjaga alam," sambung pria asal Buleleng itu.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana mengharapkan agar pameran bonsai ini menjadi agenda tahunan, terlebih untuk memeriahkan HUT Kota Singaraja.

Apalagi, kegiatan ini juga ikut menggerakkan perekonomian di Buleleng, juga ikut sebagai upaya pelestarian lingkungan.

Dengan pameran yang bertaraf nasional, berbeda dengan sebelumnya yang tingkat lokal,  Lihadnyana berharap agar jangkauan peserta juga peminatnya dapat bertambah dan semakin luas ke depannya.

"Kalau semakin banyak penghobi yang ikut, berarti yang mulanya hanya pecinta bisa sekaligus menjadi pebisnis, sehingga menggerakkan ekonomi. Kedepan mungkin bisa naik tingkat internasional, kami siap mendukung," ujar Pj Bupati Buleleng. ***

Editor : Donny Tabelak
#pameran bonsai #ruang terbuka hijau #kolektor bonsai #hut kota singaraja #pohon asam