Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Antisipasi Virus Babi, Distan Buleleng Imbau Peternak Perhatikan Kebersihan Kandang

Francelino Junior • Sabtu, 23 Maret 2024 | 02:07 WIB

 

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan Buleleng, I Made Suparma ajak peternak perhatikan kebersihan kandang babi, antisipasi virus babi.
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan Buleleng, I Made Suparma ajak peternak perhatikan kebersihan kandang babi, antisipasi virus babi.

SINGARAJA-Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Buleleng menghimbau kepada peternak yang ada di Buleleng untuk mengantisipasi penyebaran virus babi.

Dari data Distan Buleleng, jumlah babi di Kabupaten Buleleng tercatat sebanyak 49.687 ekor. Yang terbagi atas tiga jenis babi, yakni jenis babi Bali, babi saddleback, dan babi landrace.

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan Buleleng, I Made Suparma mengatakan ada beberapa kasus kematian babi di Kabupaten Buleleng yang dilaporkan oleh dokter hewan di kecamatan.

Meski belum sepenuhnya dipastikan terkena virus babi, tetapi ciri-cirinya mengarah terjangkit virus babi.

Suparma pun menghimbau kepada peternak agar tak abai dengan penyebaran virus babi. Ia meminta agar peternak peduli dengan sanitasi kandang, pakan ternak, hingga bibit babi. Tentu ini untuk mencegah penyebaran virus.

“Masyarakat harus lebih aware untuk menjaga kandangnya. Yang jelas, kuncinya adalah tidak sembarang orang masuk ke kandang, untuk mencegah penularan virus secara berkelanjutan,” jelasnya pada Jumat (22/3) siang.

Ia juga mengharapkan petani untuk tidak penasaran bila ada babi yang mati di salah satu kandang.

Karena menurutnya, bila peternak mendatangi dan melihat babi yang sudah mati, kemudian kembali pulang, sebenarnya sudah ikut melakukan penyebaran virus ke babi tanpa disadari.

Karena virus tersebut dapat menempel pada pakaian hingga sepatu.

Apabila tidak melakukan pembersihan diri atau mengganti atribut, tentu virus babi akan menjangkiti babi lainnya.

“Kami akan berikan desinfektan ke masyarakat yang perlu sanitasi kandang. Juga desinfektan untuk peternaknya, agar virus bisa hilang,” sambungnya.

Suparma juga mengingatkan kepada peternak untuk mengistirahatkan kandang babinya usai panen, setidaknya selama dua minggu sembari dibersihkan.

Hal ini juga sebagai upaya memutus rantai virus yang ada.

“Sekarang musim pancaroba, tak lepas dari iklim. Ada kemungkinan virus babi bangkit kembali. Tapi intinya, kami berkolaborasi bersama masyarakat untuk mengantisipasi virus babi,” pungkasnya. ***

Editor : Donny Tabelak
#peternak babi #distan buleleng #Virus Babi #dokter hewan