Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Harga Beras di Buleleng Mulai Turun, Beras Subsidi tetap Disiapkan Pemerintah

Francelino Junior • Sabtu, 13 April 2024 | 02:05 WIB
Perumda Swatantra tetap siapkan beras subsidi hingga akhir bulan April, sebagai langkah antisipasi kenaikan harga beras.
Perumda Swatantra tetap siapkan beras subsidi hingga akhir bulan April, sebagai langkah antisipasi kenaikan harga beras.

SINGARAJA-Meski harga beras mulai Hari Raya Idulfitri 1445 Hijriah mulai turun dan stabil.

Tetapi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng melalui Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Swatantra Kabupaten Buleleng tetap menyiapkan beras subsidi hingga akhir bulan April ini.

Untuk diketahui, Pemkab Buleleng menyiapkan subsidi beras melalui anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) yang dikelola oleh Perumda Swatantra dan Perumda Pasar Argha Nayottama.

Sehingga subsidi beras ini diharapkan pemerintah untuk mengendalikan harga beras yang sempat melonjak tinggi sejak akhir tahun 2023 lalu.

Direktur Utama (Dirut) Perumda Swatantra I Gede Bobi Suryanto, menjelaskan pihaknya tetap menyiapkan beras subsidi hingga akhir April ini. Tetapi menyesuaikan dengan kondisi yang terjadi.

Sejak bulan Januari 2024, Perumda Swatantra sudah menyiapkan beras subsidi sebanyak 50 ton.

Kemudian penyiapan beras meningkat pada bulan Maret menjadi 20 ton dan April pada 10 ton. Jumlah 10 ton juga disiapkan pada bulan Januari dan Februari.

“Beras bersubsidi ini akan disiapkan sampai situasi harga beras di pasaran normal. Akhir bulan April ini akan dievaluasi mengenai keberlanjutan untuk bulan Mei. Dilanjutkan atau di stop,” ujarnya pada Jumat (12/4) siang.

Bobi menjelaskan pemerintah menetapkan standar harga beras sebesar Rp 13.500 untuk dijual ke masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga akan memberikan subsidi harga beras jika harga di penyosohan lebih mahal dari standar harga beras pemerintah.

Harga beras itu lebih murah karena mendapat subsidi biaya transportasi saat pengambilan beras dari tempat penyosohan menuju gudang penyimpanan. 

“Kalau di penyosohan kami subsidi Rp 1.000, ambilnya Rp 14.500 setiap kilogram untuk beras subsidi. Menyesuaikan dengan harga di lapangan, juga mengutamakan beras dari petani lokal Buleleng,” lanjut Bobi. 

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra secara singkat menjelaskan harga sembako di Bali secara umum masih stabil, cenderung turun.

Bahkan pihaknya menyebut kebutuhan sembako selama Idulfitri tersedia dalam jumlah cukup.

“Harga sembako di Bali tidak ada kenaikan, kita sudah jamin kebutuhan sembako juga selama Idulfitri tersedia dalam jumlah cukup. Harga masih stabil, apanya yang naik, beras kan tidak naik, masih stabil,” ujar Dewa Indra ditemui saat berkunjung ke Buleleng pada Senin (8/4) lalu. ***

Editor : Donny Tabelak
#harga beras turun #bulog #pemkab buleleng #beras subsidi