Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Keren… Jadi Alternatif Wisata di Buleleng dan Seperti Kebun Binatang Mini, Serasa di Swiss

Francelino Junior • Sabtu, 15 Juni 2024 | 03:16 WIB
Menikmati suasana liburan berbeda di Bali utara. Tempat ini memberikan sensasi seperti berada di Swiss.
Menikmati suasana liburan berbeda di Bali utara. Tempat ini memberikan sensasi seperti berada di Swiss.

SINGARAJA-Masyarakat Bali dan Buleleng pada khususnya, kini memiliki destinasi wisata alternatif bila sedang menikmati masa liburan, atau sekedar melepas penat. Menariknya wisata ini mirip dengan kebun binatang mini, bahkan terasa seperti di Swiss.

Sekolah sudah mulai memasuki masa libur. Anak-anak pasti mendambakan berwisata guna melepas penat dan lelah, setelah mengasah otaknya di bangku pendidikan selama enam bulan lebih.

Di Kabupaten Buleleng, memang terkenal sejumlah destinasi wisata alami. Seperti Air Terjun Sekumpul, Air Terjun Fiji, Kolam Renang Air Sanih, juga Pantai Lovina, selain dengan sejumlah destinasi yang memang dibangun untuk membangkitkan pariwisata di Bali utara.

Bagi orang tua, Radar Bali bisa merekomendasikan salah satu destinasi wisata di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng yang sudah ramai di khalayak ramai. Namanya Bali Farm House.

Jumat (14/6) pagi, radarbuleleng.id berangkat ke Bali Farm House. Lokasinya berada di pinggir Jalan Raya Singaraja-Denpasar. Suasana dingin khas perbukitan menyapa saat sampai di sana, meski masih ada secercah cahaya matahari.

Selain dengan suasana destinasi wisata yang baru di Bali utara ini, membuat pengunjung serasa berada di Swiss, lantaran arsitektur bangunannya menganut gaya tuscan style.

“Kami baru buka mulai tanggal 25 Februari lalu. Harga tiket domestik Rp 125 ribu per orang, sedangkan anak-anak Rp 100 ribu. Sudah termasuk voucher makan di restoran senilai Rp 50 ribu,” ujar Yohanes Suryantomo, Operasional Manager Bali Farm House. 

Dari pengamatan radarbuleleng.id, destinasi wisata ini memang sangat menarik didatangi. Bukan tanpa alasan, pengelola mengemasnya seperti kebun binatang mini. 

Ada sejumlah satwa yang ditempatkan di sana, seperti kuda poni, keledai, kelinci, ayam silkie, ayam brahma, merak, burung unta, emu, dan kambing ceko. Bahkan yang menjadi ikon adalah alpaka. Hewan yang disebut hanya berada di destinasi wisata di Desa Pancasari itu.

Yohanes mengungkapkan bila sejumlah satwa di sana, bukan berasal dari Indonesia.

Seperti kuda poni dari Belanda, keledai dari Australia, alpaka dari Peru, ayam silkie dari Cina, ayam brahma dari India, burung unta dari Afrika, hingga kambing Ceko dari Ceko.

Hal ini juga berpengaruh pada pakan satwa-satwa itu, karena harus menyesuaikan dengan lidah hewan-hewan dari berbagai negara tersebut.

Sehingga anak-anak jika diajak ke tempat ini, selain untuk melali juga sekalian belajar mengenal hewan di lahan seluas tujuh hektar itu. Saat pulang nanti, anak-anak bisa membawa kenang-kenangan bibit tanaman.

“Ke depan rencana menambah satwa lagi, seperti capybara, kangguru, iguana, piton albino. Masih proses. Jadi anak-anak ke sini, selain diajarkan menanam juga bisa berinteraksi dengan binatang. Kalau di Bali, hewan alpaka hanya ada di sini,” lanjutnya.

Disinggung mengenai kontribusi untuk Kabupaten Buleleng, Yohanes dengan tegas menjawab bila mereka menyerap 80 persen tenaga lokal asli Desa Pancasari. Pengelola mengutamakan warga lokal setempat yang melamar kerja di Bali Farm House.

Para tenaga lokal itu dianggap mampu dalam melayani pengunjung yang datang ke sana. Tercatat per hari saja bisa ada 300 orang pengunjung lokal. Sementara saat weekend, pengunjungnya mencapai 900-1000 orang.

Selain dengan pengurusan izin usaha dan berkontribusi dalam pemenuhan kewajiban pajak daerah. Kontribusi mereka dalam pajak sudah ditandai dengan pemberian plakat.

“Kehadiran kami untuk membantu membangkitkan dan menyemarakkan pariwisata di Buleleng. Bahkan dari Dinas Pariwisata juga akan buat paket wisata, dari Turyapada Tower, Bali Handara, dan Bali Farm House,” ungkap Yohanes. ***

Editor : Donny Tabelak
#swiss #Kuda Poni #kebun binatang #pantai lovina #kambing