SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pemprov Bali berjanji akan membantu petani melalui musim kemarau tahun ini.
Pemerintah berjanji memberikan bantuan pompa air hingga sumur bor, sehingga petani tetap bisa bercocok tanam pada musim kemarau.
Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra yang ditemui di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Hutan Kota Banyuasri, Singaraja, pada Selasa (18/6/2024).
Indra mengatakan, Pemprov Bali sudah menginstruksikan Dinas Pertanian memetakan lahan pertanian padi yang terancam krisis air pada musim kemarau.
Setelah mendapat pemetaan, pemerintah mendorong agar petani mengusulkan bantuan pengadaan pompa air atau sumur bor, sesuai dengan potensi.
“Sawah yang berpotensi kesulitan air dipetakan, nanti dibantu solusinya. Misalnya ada air sungai terdekat itu bisa diadaptasi dengan disedot pakai pompa,” kata Indra, kemarin.
Menurutnya pemerintah sudah menyiapkan anggaran keroyokan untuk menuntaskan masalah krisis air bagi lahan pertanian pada musim kemarau.
Anggaran itu dipasang pada dana APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten, termasuk corporate social responsibility (CSR) dari swasta.
Di sisi lain, Kepala Bidang (Kabid) Sarana Prasarana pada Dinas Pertanian Buleleng, Made Siladarma, mengatakan, tahun ini petani mendapat bantuan satu unit irigasi pompa.
Bantuan itu senilai Rp 112 juta. Terdiri dari mesin pompa, rumah mesin, bak penampungan, hingga instalasi listrik
Selain itu, Dinas Pertanian Buleleng juga mengusulkan 15 unit irigasi perpompaan lagi. Harapannya pompa itu bisa digunakan untuk mengantisipasi krisis air yang berpotensi muncul pada musim kemarau. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya