SINGARAJA-Taruna Goak membius ribuan pasang mata di Panggung Terbuka Ardha Candra dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-46 pada Jumat (21/6) malam.
Tari dari Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng ini memberikan kesan budaya dan magis bagi para penonton.
Garapan yang diangkat untuk PKB ini, mengangkat kebyar khas Buleleng dalam pola gending baleganjur.
Sedangkan gerak tari, terinspirasi dari burung gagak dan ritual megoak-goakan sebelum perang.
Pembina Sekaa Baleganjur Bala Goak, I Gusti Ngurah Dharma Putra menjelaskan Taruna Goak, bermakna simbol keakraban dalam sebuah kelompok untuk memajukan desa, memajukan wilayah, dan membentengi sebuah desa dengan tradisi.
"Ciri khas garapan kami adalah tradisi megoak-goakan dari Desa Panji," jelas Dharma Putra.
Untuk menampilkan tari ini, Dharma Putra mengungkapkan pihaknya sudah melakukan persiapan sejak sembilan bulan yang lalu.
Latihan sektoral yang dilakukan mereka, untuk mengasah kemampuan menabuh dan gerak.
Ini dilakukan, karena baleganjur merupakan kesenian yang komplit, yang menuntut penabuh untuk bisa menari, bernyanyi, dan memainkan alat musik tradisional.
Untuk diketahui, Sekaa Baleganjur Bala Goak menggunakan pola gending yang sudah ada, dengan sisipan permainan "megoak-goakan" di gending pengisep.
Kemudian pada gending pengawak, mengisahkan tentang paruman agung di puri.
"Dalam barungan instrumen baleganjur sekarang ini, selalu ada sisipan vokal sebagai pelengkap," katanya melanjutkan.
Di akhir Dharma Putra berharap Sekaa Baleganjur Bala Goak dapat menampilkan kesenian dengan cara yang terbaik versi Buleleng.
Sementara mengenai penilaian juri, hal itu dikembalikan kepada selera juri yang ada. ***
Editor : Donny Tabelak