Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Generasi Z Diajak Peka Terhadap Isu Sosial

Francelino Junior • Minggu, 23 Juni 2024 | 03:50 WIB

Suasana diskusi yang ditujukan kepada Gen Z untuk membangun kepekaan mereka terhadap isu sosial di Buleleng.
Suasana diskusi yang ditujukan kepada Gen Z untuk membangun kepekaan mereka terhadap isu sosial di Buleleng.

SINGARAJA-Generasi Z (Gen Z) di Kabupaten Buleleng diajak untuk peka terhadap isu sosial yang ada di Bali utara.

Sebagai langkah awal, mereka diberikan ruang untuk menuangkan ide, program, maupun kebijakan kritis terhadap lingkungan sosial.

Gen Z diajak berdiskusi tentang isu sosial pada Sabtu (22/6) di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT).

Diskusi ini dilakukan untuk memfasilitasi gagasan mereka untuk pembangunan sosial di Buleleng. Apalagi, niat dan kepedulian serta empati untuk sesama masih tergolong kurang.

Peserta yang terlibat berasal dari sejumlah perguruan tinggi dan siswa SMA/SMK di Kabupaten Buleleng.

Salah satu narasumber, Eka Tirtayana yang juga Ketua Yayasan Buleleng Sosial Community (BSC), mengatakan kepada Gen Z bahwa kritis artinya memberikan solusi atas program atau kebijakan yang dilakukan untuk Buleleng, agar lebih maju.

Ia juga mengatakan bila ruang publik untuk diskusi untuk Gen Z di Buleleng masih minim.

Dan diharapkan dapat bertambah dan semakin banyak, guna memupuk kepedulian mereka kepada sesama.

Menurut Eka, sesuai dengan data Badan Pusat Statistika (BPS) Provinsi Bali bahwa penduduk generasi muda saat ini sebanyak 60-70 persen.

Sehingga perlu diberikan ruang untuk saling bertukar pikiran secara alami.

"Perlu diberikan ruang berkreasi membangun generasi muda yang penuh keakraban alami dengan teknologi komunikasi modern, agar peka terhadap isu sosial," jelasnya.

Untuk menjalankan aksi sosial, lanjut Eka, kepercayaan menjadi kunci utama. Karena jika dalam pengelolaan dana dari para donatur dilakukan secara transparan dan tanggung jawab, maka kepercayaan dari masyarakat akan terus berlanjut.

Sementara itu, salah satu peserta, Gede Agus Eka Pratama yang juga Ketua BEM STAHN Mpu Kuturan Singaraja mengatakan bila diskusi ini tentu membangun relasi, tak hanya dengan sesama tetapi juga dengan organisasi eksternal.

Sehingga kedepannya, mereka dapat berkolaborasi dan bekerjasama dalam mengadakan kegiatan-kegiatan sosial maupun kemanusiaan.

"Dengan diskusi ini kami mendapat jejaring, kolaborasi, serta relasi. Sehingga ketika kami mengadakan kegiatan sosial, tentu akan berdampak besar pada masyarakat,” ujarnya. ***

Editor : Donny Tabelak
#generasi z #pemkab buleleng #sosial