Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Menjangan Diharapkan Tetap Lestari, Perlu Konservasi Berkelanjutan

Francelino Junior • Selasa, 25 Juni 2024 | 04:05 WIB
Diskusi tentang konservasi menjangan yang berlangsung di Desa Sumberklampok. Harapannya, ekosistem dan keberlangsungan menjangan tetap lestari dan terjaga.
Diskusi tentang konservasi menjangan yang berlangsung di Desa Sumberklampok. Harapannya, ekosistem dan keberlangsungan menjangan tetap lestari dan terjaga.

SINGARAJA-Kabupaten Buleleng memiliki harta karun terpendam dan jarang terekspos, yakni Menjangan (rusa).

Bahkan memiliki wilayah tersendiri yaitu Pulau Menjangan. Namun, agar tetap lestari dan terjaga, diperlukan konservasi berkelanjutan.

Konservasi menjangan ini dibahas dalam gerakan peduli dan pelestarian Pulau Menjangan yang bertajuk Save Deer Island, yang berlangsung di Desa Sumberklampok. Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng pada Minggu (23/6) siang.

Diskusi terbatas itu dihadiri sejumlah komunitas, perbekel Sumberklampok, kelian Desa Adat Sumberklampok, perwakilan Balai Taman Nasional Bali Barat (TNBB), juga anggota Banteng Muda Indonesia (BMI) Kabupaten Buleleng.

Dalam diskusi itu, diketahui bila ancaman bagi menjangan adalah banyaknya tanaman invasif yang tumbuh di Pulau Menjangan.

Tentu saja ini juga membuat ketersediaan rumput yang menjadi pakan utamanya, menjadi menipis.

Memang secara kondisi ekologi, Pulau Menjangan masih tetap terjaga dan asri.

Di wilayah TNBB, tercatat populasi menjangan yang dapat terinventarisir dan monitoring rutin ada di angka 800 ekor. Sementara yang ada di Pulau Menjangan sekitar 150-200 ekor.

Meski pihak TNBB selalu memastikan tidak ada hewan invasif yang nantinya merapat ke Pulau Menjangan dan merusak habitat menjangan.

“Terkait konservasi, salah satunya yang pernah kita lakukan adalah pembinaan habitat seperti menghilangkan aliansi spesies yang dianggap bukan tumbuhan asli dari habitat rusa,” ujar Pejabat Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan Balai Taman Nasional Bali Barat (TNBB), Wiwin Arvianto usai diskusi.

Menurut Wiwin, bila tumbuhan tersebut tetap dibiarkan maka akan mengancam pakan rusa. Sementara dalam penanganannya pun harus dicabut sampai akarnya, agar tidak tumbuh lagi.

Namun, yang menjadi kendala lagi, adalah struktur tanah batu karang yang mengakibatkan susahnya tanaman invasif dicabut.

“Untuk pelestarian, harus tetap menjaga ekosistem agar berfungsi sebagai lokasi yang cocok yang berkembangbiak menjangan. Di wilayah perairan juga kami lakukan, untuk mengurangi klaster yang bisa menimbulkan kerusakan pada karang,” lanjutnya.

Adanya menjangan di Buleleng tentu menjadi tanggung jawab semua pihak untuk menjaga dan melestarikannya.

Meski dijadikan wisata ekologi, tetapi tindakan yang bersifat ekonomi yang menonjol dapat merusak ekosistem alam.

“Kami sudah koordinasi dengan Komisi IV DPR RI agar membantu dalam komitmen menjadikan kawasan ini sebagai wisata ekologi yang benar-benar sustainable development,” ujar Yayasan Maradjingga Bangkit Sejahtera, Made Sukawardika.

Terpisah, Penggagas Acara, Ketut Putra Sedana mengatakan bila Pulau Menjangan sebagai aset yang berharga dan perlu dijaga serta dilestarikan kesuciannya.

Meski begitu, di Pulau Menjangan mesti dikembangkan wisata ekologi maupun wisata spiritual, mengingat di sana juga pura.

Mengingat bila nantinya ada Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi, wilayah ini juga pastinya akan terkena dampak ekonominya. Sehingga pariwisata juga akan bergerak.

“Ini yang kami diskusikan, sehingga akan berdampak secara ekonomi kepada masyarakat setempat. Sehingga mengangkat kesejahteraan masyarakat,” jelas pria yang akrab disapa Dokter Caput itu.

Ia berharap masyarakat yang berkunjung ke Pulau Menjangan dapat menjaga kelestarian, kesucian, juga kebersihan. Tentu merawat alam sama seperti merawat diri sendiri.

“Kalau tidak dirawat dan dijaga habitatnya, tentu lama kelamaan akan punah. Dampaknya juga akan kena masyarakat,” tutupnya. ***

Editor : Donny Tabelak
#menjangan #pulau menjangan #rusa #taman nasional bali barat