Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Gaji Anggota Polisi Cepat Habis, Polres Buleleng Bentuk Tim Siber Cegah Terpapar Judi Online

Francelino Junior • Minggu, 30 Juni 2024 | 00:30 WIB
Kapolres Buleleng, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi mengaku tidak gentar meski tiga tersangka kasus narkotika di Buleleng kirimkan surat ke pimpinan polisi.
Kapolres Buleleng, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi mengaku tidak gentar meski tiga tersangka kasus narkotika di Buleleng kirimkan surat ke pimpinan polisi.

SINGARAJA-Dalam rangka mencegah merebaknya judi online di kalangan anggota polisi, Polres Buleleng bentuk tim siber kecil guna memantau aktivitas personelnya.

Hal ini diungkapkan Kapolres Buleleng, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi pada Sabtu (29/6).

Hingar bingar judi online sempat mengagetkan dengan aksi nekat nan tragis yang dilakukan seorang Polwan kepada suaminya, yang juga anggota polisi, dengan membakarnya. 

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (8/6) di Asrama Polisi Mojokerto, Jawa Timur. Hal ini mengakibatkan sang suami meninggal dunia. 

Tak ingin peristiwa serupa terjadi di Kabupaten Buleleng, AKBP Widwan mengatakan pihaknya sudah memperingatkan anggota mengenai larangan dan akibatnya, bila anggota bermain judi online. 

Apakah ada indikasi anggota terpapar judi online? AKBP Widwan gak menampik bila ia sempat menemukan anggota yang mengarah ke sana. 

Katanya, pihaknya mengetahui hal itu lantaran dari pengawasan, anggota tersebut gajinya cepat habis, ditambah mulai melakukan peminjaman uang. 

“Tempo hari ada beberapa. Sudah kami peringatkan, karena kami lakukan asesmen dan pengawasan berdasarkan indikasi,” ujar Kapolres Buleleng itu. 

Menurut AKBP Widwan, dengan anggota polisi bermain judi online, sama saja dengan menciptakan monster untuk diri sendiri. 

Alasannya? Karena tergiur hadiah besar dengan cara mudah, membuat mereka yang bermain judi online akan mengabaikan semuanya.

Termasuk menghalalkan segala cara agar mendapatkan uang, untuk digunakan bermain judi online. 

“Kami lakukan pengawasan berjenjang. Pengawasan melibatkan kasat dan kapolsek, sampai ke anggota-anggota. Tujuannya, agar mereka tidak main judi online,” sambungnya. 

Untuk pengawasan lebih lanjut, Polres Buleleng membentuk tim siber kecil. Selain mengawasi anggota polisi, mereka juga mengawasi akun media sosial influencer yang mempromosikan judi online. 

AKBP Widwan menyebutkan pihaknya bahkan sudah mengamankan sejumlah influencer yang mempromosikan judi online. Meski hanya sebatas peringatan bukan mendapatkan hukuman pidana. 

Meski begitu, bila ternyata pada influencer tersebut ikut merasakan uang judi online, juga terlibat aktif dalam promosi, mereka bisa saja terkena hukuman. 

“Yang promosi-promosi kami ajak kerja sama untuk perangi dan lawan kembali judi online,” tandas AKBP Widwan. ***

Editor : Donny Tabelak
#kapolres buleleng #judi online #Polres Buleleng