SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Rute lomba gerak jalan 17 kilometer putri tahun 2024 yang diselenggarakan Pemkab Buleleng, menuai protes.
Penyebabnya rute gerak jalan yang diselenggarakan pada Jumat (9/8/2024) siang, memicu kemacetan parah di sepanjang Jalan Raya Singaraja-Seririt.
Akibat kemacetan parah itu, sejumlah regu kesulitan mencapai garis akhir di Etape I.
Dalam sejumlah video, terlihat kemacetan parah di Jalan Raya Singaraja-Seririt, tepatnya di wilayah Anturan.
Jalur setelah SPBU Anturan mengalami kemacetan parah, hingga di Lapangan Desa Anturan. Lapangan desa dijadikan sebagai akhir Etape I.
Akibat kemacetan itu, sejumlah regu terpaksa tidak bisa tampil maksimal di akhir etape.
Baca Juga: Megaburan! Macet Parah, Peserta Gerak Jalan 17 Kilometer di Buleleng Sulit Masuk Etape I
Salah satu tim yang dirugikan adalah tim gerak jalan SMAN 3 Singaraja. Tim tersebut terjebak kemacetan sehingga tidak bisa tampil maksimal.
Kemacetan semakin parah, ketika peserta mulai berlomba di Etape II. Kemacetan panjang terjadi dari Simpang 5 Lovina, hingga Krisna Oleh-Oleh Temukus yang menjadi titik finish.
Terkait hal tersebut, Ketua Panitia Tetap (Pantap) Pemkab Buleleng, I Gede Sandhiyasa mengatakan, pihaknya sudah mengeluarkan himbauan dini guna mencegah kemacetan.
Terkait kemacetan yang terjadi pada lomba gerak jalan, pihaknya berjanji akan melakukan evaluasi.
“Padahal sudah diatur dan dihimbau oleh Dinas Perhubungan tentang rute yang dilalui. Nanti panitia akan evaluasi terkait kemacetan yang ditimbulkan,” kata Sandhiyasa.
Disinggung soal rute lomba gerak jalan yang tidak representatif, Sandhiyasa enggan memberi penjelasan.
Sandhiyasa meminta agar wartawan melakukan konfirmasi kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) yang menjadi koordinator lomba gerak jalan.
Sementara itu, Kepala Disdikpora Buleleng, Made Astika mengatakan, hanya menjawab singkat. Ia menyebut rute tersebut dipilih dalam rapat panitia.
“Keputusan untuk mengambil jalur Seririt-Singaraja untuk gerak jalan 17 kilometer, adalah keputusan rapat,” ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, rute lomba gerak jalan 17 kilometer menuai protes dari peserta dan penonton.
Rute lomba dianggap tidak representatif, karena menggunakan Jalan Raya Singaraja-Seririt. Sementara rute alternatif tidak tersedia.
Dampaknya, terjadi kemacetan panjang selama berjam-jam di Jalan Raya Singaraja-Seririt. Kemacetan itu juga membuat peserta lomba tidak bisa tampil maksimal.
“Ini bukan lomba gerak jalan. Tapi lomba baris berbaris megaburan (berantakan),” ungkap Ida Bagus Ngurah Wisnaya, salah seorang warga Buleleng.
Baca Juga: Peserta Lomba Gerak Jalan di Buleleng Terjebak Macet, Pemerintah Saling Lempar Tanggung Jawab
Kemacetan parah itu dipicu perubahan rute gerak jalan. Untuk pertama kalinya, lomba gerak jalan 17 kilometer menggunakan Jalan Raya Singaraja-Seririt yang sangat padat kendaraan.
Adapun rute gerak jalan 17 kilometer di Buleleng tahun 2024 melalui Jalan Ngurah Rai, Jalan Veteran, Jalan Gajah Mada, Jalan Dr. Sutomo, Jalan Ahmad Yani, Jalan Raya Singaraja-Seririt, hingga finish Etape I di Lapangan Desa Anturan.
Selanjutnya rute Etape II dimulai dari Lapangan Desa Anturan menuju Krisna Krisna Oleh-oleh Khas Bali di Desa Temukus, Banjar.
Sedangkan rute gerak jalan 17 kilometer Buleleng pada tahun 2022 adalah Jalan Udayana – Jalan Ngurah Rai – Jalan Letkol Wisnu – Jalan Gajah Mada – Jalan Gempol – Jalan Pulau Komodo – Jalan Surapati – Jalan Erlangga – Jalan Imam Bonjol – Jalan Dr Sutomo – Jalan A Yani – Finish Etape I di Jalan Kartini.
Sedangkan rute etape kedua dimulai dari Jalan Kartini menuju Jalan Udayana – Jalan Sudirman – Jalan Ahmad Yani – Jalan Desa Pemaron – Jalan Laksamana – Jalan Pahlawan – Jalan Ngurah Rai – Finish Depan Bhuana Patra. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya