SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Musim kemarau berdampak serius terhadap ketersediaan pasokan air bersih di Bendungan Gerokgak.
Debit air di Bendungan Gerokgak semakin menyusut. Sementara masyarakat di kawasan hilir masih memerlukan suplai air bersih dari bendungan, setidaknya hingga 1-2 bulan mendatang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng pun mengecek kondisi pasokan air bersih di bendungan tersebut.
Baca Juga: Waduh! Enam Ribu Pelanggan Air Bersih di Buleleng Nunggak Pembayaran, Terancam Sambungan Diputus
Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Putu Ariadi Pribadi mengatakan, debit air di Bendungan Gerokgak sangat berdampak bagi masyarakat sekitar. Terutama di Desa Patas, Gerokgak, dan Sanggalangit.
Salah satu pemicu kekeringan yang dirasakan cukup lama adalah curah hujan yang jauh berkurang. Ditambah lagi kawasan itu sudah cukup lama tidak pernah diguyur hujan.
Menurut Ariadi saat ini debit air di kawasan hulu, saat ini hanya dimanfaatkan oleh warga di Desa Patas. Sementara desa lainnya tidak mendapatkan air.
“Kondisi persediaan air di waduk lebih sedikit jika dibandingkan dengan kondisi saat kekeringan tahun 2023 lalu,” kata Ariadi, Selasa (10/9/2024).
Baca Juga: Krisis Air Bersih Menghantui Bali. Kawasan Pesisir Jadi Korban
BPBD Buleleng untuk menganjurkan pihak desa mengambil air dari kawasan hulu Bendungan Gerokgak.
Selanjutnya air yang datang dari kawasan hulu langsung disalurkan ke bak penampungan yang disiapkan oleh desa.
“Untuk sementara, desa bisa membeli tandon air untuk menyuplai keperluan warga selama musim kemarau,” kata Ariadi.
Sementara untuk jangka panjang, pihaknya menganjurkan agar desa-desa di Kecamatan Gerokgak menggencarkan penghijauan di kawasan hulu.
Harapannya dengan penghijauan itu, maka populasi pohon semakin banyak. Sehingga pada akhirnya, pohon-pohon itu akan menampung air dan pada akhirnya menambah debit air. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya