SINGARAJA, radarbuleleng.id - Nama Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Made Agus Dwi Wirawan dipakai oknum tak bertanggung jawab untuk melakukan pemerasan.
Pelaku melancarkan aksinya kepada pemilik Toko Jaya Listrik yang mengalami peristiwa kebakaran pada Rabu (11/9) malam lalu.
Awalnya, pemilik toko, Nyoman Rena, 60, dihubungi melalui pesan singkat via WhatsApp oleh pelaku, pada Rabu (11/9) atau di hari yang sama tetapi setelah kebakaran.
Pelaku mengaku sebagai Kompol Agus Dwi, Kapolsek Kota Singaraja.
Kontak tersebut menggunakan foto profil logo HUT ke-79 Polri, sedangkan kontak asli milik Kompol Agus Dwi menggunakan foto pribadi yang duduk bersama dengan dua orang.
Pelaku saat itu mengatakan bahwa polisi akan mendatangkan Tim Laboratorium (Lab) Forensik Polda Bali ke Toko Jaya Listrik, guna menyelidiki lebih lanjut perihal penyebab kebakaran yang terjadi di toko tersebut.
Namun terkait kedatangan itu, pelaku beralasan perlu biaya transportasi. Korban yang tak curiga pun lalu mengiyakan permintaan tersebut. Kemudian mengirimkan uang tunai ke rekening atas nama Sheila Rahma Azzahra.
”Korban diminta transfer uang sebanyak Rp 5 juta, yang katanya untuk transportasi tim Lab Forensik. Transfer melalui m-banking dilakukan sebanyak dua kali pada Kamis (12/9), jadi kena Rp 10 juta,” kata Kompol Agus Dwi pada Sabtu (14/9) siang.
Korban yang telah mengirimkan uang ke pelaku, kemudian mengirimkan screenshot-nya ke Kapolsek Kota Singaraja gadungan. Yang kemudian kata pelaku, sudah disampaikan ke Tim Lab Forensik.
Percakapan itu pun terhenti pada pukul 16.04 Wita. Setelah korban membalas WA pelaku, yang berharap Tim Lab Forensik cepat datang, sehingga pemilik toko dapat bekerja kembali.
Pemilik toko mengetahui dirinya kena tipu, ketika ia menanyakan perihal kedatangan Tim Lab Forensik Polda Bali ke penyidik Polsek Kota Singaraja, pada Kamis (12/9). Polisi pun kaget, sebab mereka belum menyampaikan surat ke Polda Bali.
”Pemilik toko bilang ada Kapolsek Kota Singaraja yang minta bantuan dana untuk kedatangan Tim Lab Forensik Polda Bali. Setelah dihubungi kembali, nomornya sudah tidak aktif,” lanjut Kompol Agus Dwi.
Kapolsek Kota Singaraja yang asli pun sudah dikonfirmasi oleh korban, dan Kompol Agus Dwi mengatakan bahwa nomornya hanya satu saja.
Ia juga meminta agar masyarakat berhati-hati, apabila ada orang yang mengatasnamakannya, guna meminta uang.
Diberitakan sebelumnya, Toko Jaya Listrik yang berlokasi di Jalan Dr. Sutomo Nomor 24, terbakar pada Rabu (11/9) sekitar pukul 20.30 Wita. Kebakaran ini diduga terjadi akibat api dupa.
Beruntung, api yang menghanguskan toko yang berada di kawasan pertokoan Pasar Anyar itu, tidak merembet ke toko-toko lainnya. Akibat peristiwa itu, kerugian mencapai Rp 500 juta.***
Editor : Donny Tabelak