Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Viral, Penari Joged Asal Buleleng Menangis Sig-Sigan Gegara Batal Tampil saat Kampanye Koster-Giri

Eka Prasetya • Jumat, 4 Oktober 2024 - 15:28 WIB

 

MENANGIS: Penari joged asal Buleleng menangis tersedu-sedu karena batal pentas saat acara kampanye Koster-Giri di Gedung Wanita Laksmi Graha, Kamis (3/10/2024).
MENANGIS: Penari joged asal Buleleng menangis tersedu-sedu karena batal pentas saat acara kampanye Koster-Giri di Gedung Wanita Laksmi Graha, Kamis (3/10/2024).

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Viral di media sosial, seorang penari joged ngeling sig-sigan alias menangis tersedu-sedu.

Penari itu mengeluh karena batal tampil saat kegiatan kampanye pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Bali nomor urut 2, Wayan Koster dan Nyoman Giri Prasta.

Keluhan itu mencuat lewat akun TikTok @iluhwidiaa. Video itu tersebar dengan cepat di berbagai platform media sosial.

Dalam video yang beredar, pemilik akun tampak tengah mengenakan helm dan sarung tangan.

Pemilik akun juga telah menggunakan make up yang dipersiapkan untuk menari. Sambil tersedu-sedu, dia menyampaikan keluhannya dengan panjang lebar.

“Swastiastu semeton, manian yen ngalih joged, melah-melahang nah. Kadenang joged to cuman satu lokasi deen ngejob. Liu joged ngejob,” katanya.

Jika diartikan dalam bahasa Indonesia keluhan itu berarti seperti berikut: “Swastiastu semeton, besok-besok kalau cari penari joged tolong yang baik. Dikira joged itu hanya satu lokasi saja menari, penari joged itu menari di banyak tempat”.

Penari itu kembali melanjutkan, “Pangsing mekutang-kutang. Koordinasi malu. Tyang sampe ngutang job ne len. Setidaknya konfirmasi jak ane ngelah acara, entah itu nganten, tiga bulanan, apapun acarane to. Ne terpenting to acarane Koster,” lanjut penari tersebut.

Bila diartikan kalimat itu berarti: “Biar tidak diabaikan. Koordinasi dulu. Saya sampai membatalkan job di tempat lain. Setidaknya konfirmasi dengan yang punya acara, entah itu pernikahan, tiga bulanan, apapun acaranya itu. Terutama acaranya Koster.”

Dalam kondisi tersedu-sedu, penari itu kembali melanjutkan keluhannya. “Masak tyang be mepayas, sube nganggon gelungan, batalange ngigel. Tyange lek ketoange, Tusing masalah pipis, tapi masalahne tidak profesional dalam menangani joged,” keluhnya.

Keluhan itu bila diterjemahkan ke Bahasa Indonesia maka berarti: “Masa saya sudah berias, sudah pakai gelungan, dibatalkan menari. Saya malu diperlakukan seperti itu. Bukan masalah uang, tapi masalahnya tidak profesional dalam menangani penari joged,” katanya.

Dia pun melanjutkan lagi keluhannya, “Mule sing rejeki tyange, tapi sebet masi ketoange. Dua jam tyang ngantosang, ujung-ujungne buung ngigel. Amen sing serius ngalih joged, de ngalih joged,” ujarnya lagi.

Keluh kesah itu bermakna “Memang bukan rejeki saya. Tapi kecewa juga diperlakukan seperti itu. Dua jam saya menunggu, ujung-ujungnya batal menari. Kalau tidak serius mencari joged, jangan mencari penari joged,” katanya.

Unek-unek itu disampaikan oleh penari yang diketahui bernama Luh Widia. Penari itu diminta menari saat acara kampanye Koster-Giri.

Keluhan tersebut sempat diunggah lewat akun TikTok penari tersebut. Namun unggahan itu sudah dihapus.

Sebagai gantinya, penari tersebut mengunggah video saat ia termenung menunggu waktu pentas. Video itu diketahui direkam di Gedung Wanita Laksmi Graha, Singaraja.

Gedung itu menjadi lokasi kampanye pasangan Koster-Giri pada putaran pertama kampanye Pilkada Bali. Adapun pasangan tersebut melakukan kampanye di Buleleng kemarin (3/10/2024). (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#pilkada bali #viral #kampanye #Joged #Penari joged #koster #penari #giri #buleleng