SINGARAJA, radarbuleleng.id- Pengurus kabupaten (Pengkab) cabang olahraga (cabor) E-Sport Indonesia (ESI) Kabupaten Buleleng menggelar Singaraja Gaming Competition (SGC) 2024.
Gelaran ini dilakukan sebagai ajang menjaring bibit atlet untuk Buleleng, namun wartawan Buleleng pun ikut mencari pengalaman.
Para wartawan yang bertugas di Buleleng, yang mengikuti ajang ini antara lain Eka Prasetya Kusuma Negara, Francelino XXF Junior, Nyoman Yudhayana, Ratu Ayu, Ahmad Muzakky, Danu Tirta, Fredey Mercury, Made Wijaya, dan Pande Wismaya. Mereka mengikuti lomba pada divisi PUBG dan MLBB.
Meski kemudian tim PUBG dan MLBB wartawan Buleleng harus puas dengan hasil yang belum maksimal, namun setidaknya ada hiburan di sela-sela kesibukan berburu berita.
Sebab mereka saling beradu dengan tim lain untuk menjadi tim terakhir yang bertahan alias menang.
Perlombaan PUBG dan MLBB dilakukan pada Sabtu (12/11) dan Minggu (13/11) di kawasan Pantai Penimbangan, Kabupaten Buleleng. Yang diikuti oleh berbagai kalangan, baik pelajar dan umum.
Ketua E-Sport Indonesia (ESI) Kabupaten Buleleng, A. Oka Suradiva mengungkapkan, untuk divisi PUBG diikuti sebanyak 13 tim sedangkan MLBB diikuti 48 tim. Ia mengungkapkan, Selain dua game tersebut, ada juga Free Fire dan eFootbal.
”Yang paling banyak jumlah peminatnya adalah MLBB dengan 48 tim Kalau PUBG targetnya 16 tim, tapi mengingat perlu memori yang besar sehingga belum memenuhi target,” ujarnya.
Dilanjutkan lagi, turnamen ini digelar khusus untuk warga ber-KTP Buleleng saja.
Karena tujuan diselenggarakannya untuk penjaringan bibit atlet dari kategori pelajar, sementara untuk umum diberikan pembinaan lebih lanjut.
Para peserta juga nantinya akan diikutkan kembali pada ajang yang lebih besar.
Kata Suradiva, pada November mendatang pihaknya akan menggelar pekan olahraga daerah bidang esport.
Yang diundang pada kategori umum adalah pemain yang ada di dalam dan luar Bali.
Penjaringan atlet esport ini terus dilakukan, mengingat banyaknya peminat di bidang ini, terutama dari kalangan pelajar.
Untuk atlet dari kalangan pelajar, Suradiva mengatakan ESI Buleleng akan mengarahkan mereka untuk Porjar 2025.
”Kami dari ESI Buleleng berencana membentuk pembinaan secara internal di Buleleng. Klub-klub yang ada kami arahkan untuk lebih mandiri dalam mengembangkan ekosistem esport yang ada di Buleleng,” sambungnya.
Sementara itu, Wakil Ketua KONI Buleleng, Putu Nova Anita Putra mengungkapkan turnamen yang diselenggarakan ini setidaknya dapat menumbuhkan atlet baru.
ESI Buleleng, lanjut Nova, merupakan organisasi olahraga yang baru.
Ia menyarankan agar pengurus ESI Buleleng, dapat membentuk klub-klub beberapa divisi pada satu klub.
Sehingga dari sisi penganggaran maupun manajemen olahraganya lebih mudah.
”Dengan itu, bisa diketahui satu klub itu punya berapa atlet. Atlet-atletnya juga bisa dibina lebih jauh untuk event yang lebih besar, seperti Porprov, PON, termasuk event internasional,” ucapnya.***
Editor : Donny Tabelak