SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Viral di media sosial, video pelajar SMA di Buleleng sedang terlibat perkelahian dan adu jotos.
Video berdurasi 26 detik itu dengan cepat menyebar di media sosial. Khususnya di Facebook dan Instagram.
Tidak diketahui pasti dimana peristiwa itu terjadi. Dalam latar belakang video, terlihat perkelahian terjadi di area perkebunan.
Dalam video juga terlibat beberapa remaja mengenakan seragam olahraga dari salah satu SMA swasta yang ada di Buleleng.
Sementara rekan-rekannya yang lain tampak mengelilingi. Tidak ada seorang pun yang melerai.
Belakangan di akhir video seorang remaja terdengar menegur pihak yang merekam video tersebut. Ia meminta agar perkelahian itu jangan direkam.
“De ngerekam,” ujar remaja tersebut. Setelah terdengar perkataan itu, video langsung berakhir.
Video itu pertama kali disebarkan oleh pegiat media sosial, Ary Ulangun melalui akun facebook miliknya. Video diunggah pada pukul 18.35, Jumat (18/10/2024).
Dalam waktu singkat, video itu langsung menyebar luas. Tercatat ada lebih dari 460 komentar, dan 467 akun yang membagikan video tersebut. Belum lagi yang di-repost oleh beberapa akun.
Beberapa akun yang mengomentari hal tersebut menyebut bahwa video itu merupakan bukti nyata para pelajar Buleleng yang lebih suka berkelahi ketimbang mencari prestasi.
“Welcome kota petarung,” tulis salah satu akun.
Ada juga akun yang berkomentar “Memang cocok dijuluki kota petarung. Tolong pemerintah sediakan tempat untuk yang begini. Pedalem ortune ngasukang, bikin geleng-geleng kepala,” tulis akun Juni Hen***.
Video yang dengan cepat viral itu langsung menjadi perhatian aparat kepolisian di Polres Buleleng.
Pihak kepolisian mengklaim sudah melakukan koordinasi dengan pihak sekolah untuk menindaklanjuti video tersebut.
Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika mengungkapkan, setelah mendapatkan video itu pihaknya langsung melakukan penelusuran.
“Sudah kami lakukan penelusuran. Termasuk koordinasi dengan pihak sekolah. Apakah benar itu siswanya, atau hanya mengenakan atribut saja,” kata Darma.
Asal tahu saja, ini bukan pertama kalinya video perkelahian para pelajar Buleleng viral di media sosial.
Perkelahian kerap terjadi dan berujung viral di medsos. Dampaknya sejumlah pihak memplesetkan bahwa Singaraja bukan lagi kota pendidikan, namun kota petarung. (*)
Editor : Eka Prasetya