Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Viral, Guru SMK di Buleleng Cukur Rambut Siswanya. Dewan Pendidikan Sebut Penegakan Disiplin

Eka Prasetya • Jumat, 25 Oktober 2024 | 23:40 WIB

 

CUKUR RAMBUT: Cuplikan video seorang guru mencukur rambut siswa di salah satu SMK negeri di Buleleng.
CUKUR RAMBUT: Cuplikan video seorang guru mencukur rambut siswa di salah satu SMK negeri di Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Viral di media sosial, seorang guru SMK negeri di Buleleng tengah mencukur rambut siswanya.

Video berdurasi 54 detik itu diunggah melalui akun media sosial milik anggota DPD RI dari daerah pemilihan Bali, Arya Wedakarna.

Dalam video terlihat seorang guru yang mengenakan seragam keki, membawa sebuah gunting. Dia kemudian menggunting bagian atas rambut siswanya.

Siswa yang digunting rambutnya terlihat tersenyum dan sesekali menghindar. Sementara beberapa temannya menertawakan siswa tersebut.

Video itu menuai beragam komentar. Ada yang menganggap bahwa aksi guru tersebut terkesan berlebihan.

Namun banyak pula yang menganggap perlakuan guru itu masih dalam batas wajar. Karena bentuk dari pendisiplinan siswa.

Baca Juga: Selain Menangis Sigsigan Penari Joged Buleleng Luh Widia Juga Pernah Viral. Tolak Saweran Ngibing Pakai Mulut

Video itu pun mendapat komentar dari sejumlah organisasi. Salah satunya lewat PGRI Buleleng.

Ketua PGRI Buleleng, I Putu Eka Wilantara mengatakan pihaknya baru mendapat informasi terkait hal tersebut. Pihaknya akan berupaya mencari informasi lebih lanjut.

Terkait hal tersebut, Eka mengatakan di dalam lingkungan sekolah ada kesepakatan peraturan tata tertib. Peraturan itu kemudian diatur dalam buku saku.

“Buku saku itu sudah disepakati oleh warga sekolah, termasuk orang tua lewat komite. Kesepakatan itu mengacu norma yang ada,” katanya.

Lebih lanjut Eka mengatakan, pihaknya belum bisa bicara banyak terkait dengan tindakan guru tersebut. Karena belum mengetahui duduk perkara sebenarnya.

Namun pada prinsipnya, selain memberikan pendidikan literasi dan numerasi, guru juga mendapat kesempatan membentuk karakter siswa.

Terpisah, Ketua Dewan Pendidikan Buleleng, I Made Sedana menyebut bahwa tindakan yang dilakukan oleh guru tersebut masih dalam tahap yang bisa ditoleransi.

“Tindakan itu masih dalam tataran edukasi. Kami sebenarnya berharap guru yang memberikan reward and punishment dalam tataran edukasi, jangan dipersoalkan,” ujarnya.

Ia menyebut tugas guru cukup berat. Guru bukan hanya melakukan transfer isi otak, tapi juga menekankan pendidikan karakter dan disiplin siswa.

Apabila tindakan guru tersebut dipermasalahkan, ia khawatir akan berdampak pada persoalan karakter di kalangan siswa.

“Dampaknya guru hanya akan mengajar saja, tidak mau menegakkan disiplin dan membentuk karakter. Pada akhirnya akan ada persoalan karakter,” ujarnya.

Sedana menyebut, penindakan itu juga masih dalam batas wajah. Sebab terjadi di sekolah dengan jurusan perhotelan, yang menuntut penampilan rapi.

“Mereka itu dituntut penampilan rapi dan berpakaian. Termasuk tata cara berjalan, bicara, dan tata krama juga kan dilatih,” tegasnya. (*)

Editor : Eka Prasetya
#viral #guru #video #pendidikan #buleleng #smk #media sosial