Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Masyarakat Harus Tahu! Liburan ke Lovina, Hindari Gunakan Google Maps. Jangan  Sampai Jadi Korban Kecelakaan

Eka Prasetya • Rabu, 18 Desember 2024 | 01:22 WIB

 

KENDARAAN MAUT: Sepeda motor yang dikendarai sekeluarga asal Desa Banguntapan, Yogyakarta. Kendaraan mereka masuk jurang yang berujung seorang tewas.
KENDARAAN MAUT: Sepeda motor yang dikendarai sekeluarga asal Desa Banguntapan, Yogyakarta. Kendaraan mereka masuk jurang yang berujung seorang tewas.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Kecelakaan tragis kembali terjadi di jalur maut rute Denpasar-Lovina, pada Selasa (17/12/2024).

Rute ini melintasi Desa Tigawasa dan Desa Kaliasem. Jalur ini cukup ekstrem, bahkan kerap memicu kecelakaan yang berujung korban jiwa.

Kecelakaan tersebut melibatkan satu keluarga asal Bangunrejo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Keluarga yang terdiri atas ayah, istri, dan dua orang anak, mengendarai sepeda motor menuju Lovina.

Apesnya saat melintasi jalur ekstrem, rem kendaraan mereka blong. Sehingga sepeda motor yang dikendarai terjun ke jurang.

Baca Juga: Kecelakaan Beruntun di Lovina, Empat Pemuda Dirawat di Rumah Sakit

Dalam peristiwa itu, seorang menjadi korban. Yakni Karlina Januarti, 29. Dia dinyatakan meninggal di RSU Parama Sidhi.

Sementara sang ayah dan 2 orang anaknya, masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Asal tahu saja, rute Denpasar-Lovina via Desa Tigawasa dan Desa Kaliasem dikenal ekstrem. 

Lazimnya, rute ini muncul apabila masyarakat atau wisatawan menggunakan penunjuk arah berbekal google maps.

Baca Juga: Amor ing Acintya. Kecelakaan Maut di Jalan Raya Singaraja-Gilimanuk, Seorang Warga Buleleng Jadi Korban

Rute itu menjadi pilihan utama karena jarak tempuh yang lebih dekat dan waktu tempuh yang lebih cepat. 

Hanya saja, rute itu tidak cocok bagi pemula. Apalagi pengguna mobil matic dan sepeda motor matic. Karena rawan menyebabkan rem blong.

Kapolsek Banjar, Kompol I Gede Putu Semadi mengatakan, pihaknya sebenarnya sudah memasang berbagai himbauan di ruas jalan tersebut.

Himbauan dipasang di sepanjang jalan. Baik itu yang berbentuk banner maupun baliho.

Himbauan itu bukan hanya dipasang oleh Polsek Banjar. Adapula yang dipasang oleh Polres Buleleng.

Banner dan baliho itu rata-rata melarang masyarakat melalui jalur tertentu. Bahkan ada baliho yang menyarankan para pengemudi putar balik.

Namun masih ada saja yang nekat menerobos jalur tersebut.

“Kami sebenarnya sudah melakukan upaya antisipasi. Lewat himbauan di media, memasang baliho dan banner juga sudah,” katanya.

Pihaknya berharap, masyarakat benar-benar memahami himbauan tersebut. Masyarakat pun dianjurkan tidak langsung percaya dengan aplikasi penunjuk arah.

“Kalau mau ke Lovina, sebaiknya lewat jalur utama saja. Lewat Jalan Raya Singaraja-Denpasar via Gitgit. Meskipun agak memutar dan lebih lama, yang penting aman dan selamat,” himbaunya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#google maps #kecelakaan #lovina #buleleng