Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Masih Ada Warga Miskin Tercecer di Buleleng. Dinsos Janji Luncurkan Program Penanganan

Eka Prasetya • Sabtu, 21 Desember 2024 | 02:15 WIB

 

BEDAH RUMAH: Sekda Buleleng Gede Suyasa (kiri) dan Kepala Dinas Sosial Buleleng, Putu Kariaman Putra (dua dari kiri) saat mengecek bedah rumah bagi warga miskin esktrem.
BEDAH RUMAH: Sekda Buleleng Gede Suyasa (kiri) dan Kepala Dinas Sosial Buleleng, Putu Kariaman Putra (dua dari kiri) saat mengecek bedah rumah bagi warga miskin esktrem.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Dinas Sosial Buleleng masih menemukan ada warga miskin yang tercecer dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Pemerintah kini berupaya melakukan penanganan terhadap warga miskin tersebut. Sehingga taraf hidupnya bisa meningkat.

Penduduk miskin di Buleleng diperkirakan mencapai 39 ribu jiwa. Dari puluhan ribu itu, tercatat ada 349 orang yang masuk kategori miskin ekstrem.

Khusus untuk kategori miskin ekstrem, Dinas Sosial Buleleng mengklaim bahwa seluruhnya sudah bisa tertangani. Sehingga tidak ada lagi kasus kemiskinan ekstrem di Buleleng.

“Semuanya sudah dapat intervensi program. Sehingga sudah selesai,” kata Kepala Dinas Sosial Buleleng, I Putu Kariaman Putra saat ditemui pada Jumat (20/12/2024).

Setelah kemiskinan ekstrem tuntas, pihaknya menyusuri warga miskin yang tercecer. Warga miskin itu tidak tercantum dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial.

Berdasarkan pendataan, tercatat ada 140 keluarga miskin yang tercecer dan tidak masuk dalam pendataan.

Warga miskin itu kemudian difasilitasi mendapat beberapa program. Seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) maupun Kartu Indonesia Sehat (KIS).

“Perlahan kami masukkan dalam DTKS. Sehingga mereka bisa mendapat intervensi lewat PKH (Program Keluarga Harapan),” ujarnya.

Pihaknya juga akan berupaya meluncurkan beberapa program untuk pengentasan kemiskinan.

“Kadang masalah kemiskinan itu kan kompleks. Kalau memang masalah hunian, kami akan luncurkan bedah rumah. Kami akan identifikasi, apa sebenarnya kebutuhan tiap keluarga ini. Apakah perlu alat bantu disabilitas, perlu wirausaha, atau rumah,” ujarnya.

Dengan strategi itu, ia yakin warga miskin tersebut bisa meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan mereka. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#kemiskinan ekstrem #miskin ekstrem #dinas sosial #DTKS #buleleng