SUKASADA, RadarBuleleng.id - Turyapada Tower di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng, sudah dibuka untuk umum. Menara itu dibuka untuk umum setelah dilakukan soft launching pada Jumat (27/12/2024) lalu.
Turyapada merupakan bangunan yang terdiri atas 10 lantai. Lantai 1 terdiri atas ruang dapur dan ruang pertemuan. Lantai 2 merupakan ballroom, dan lantai 3 berfungsi sebagai ruang transmitter untuk layanan televisi dan seluler.
Kemudian di lantai 4 tersedia kafetaria dan ruang tunggu. Di lantai 5 terdapat wahana jembatan kaca.
Selanjutnya di lantai 6 terdapat restoran, lantai 7 berupa anjung pandang, lantai 8 ada restoran putar, lantai 9 merupakan skywalk, dan lantai 10 adalah planetarium.
Baca Juga: Kabar Gembira, Masyarakat Bali Masuk Turyapada Tower Direncanakan Gratis
Saat ini area yang dibuka untuk masyarakat umum adalah lantai 1, lantai 2, lantai 4, dan lantai 5. Sementara selebihnya masih area terbatas.
Kabid Infrastruktur dan Aplikasi Informatika pada Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfos) Bali, I Gede Agus Arjawa Tangkas mengungkapkan, saat ini Turyapada masih dibuka secara terbatas.
“Memang ada beberapa area yang masih belum bisa dikunjungi masyarakat umum,” kata Arjawa saat dihubungi pada Jumat (3/1/2025).
Menurutnya pembatasan itu dilakukan karena masih ada sejumlah pekerjaan yang dilakukan. Pelaksana proyek masih memiliki kewajiban melakukan perawatan hingga 8 Juli 2025 mendatang.
Baca Juga: Wow! Menara Turyapada di Buleleng Akan Dilengkapi dengan Kecerdasan Buatan
Arjawa mengatakan, pemerintah telah menyiapkan untuk pembangunan tahap II. Biaya yang disiapkan mencapai Rp 130 miliar.
Dana itu digunakan untuk penataan parkir, penataan landscape, penyempurnaan jalur masuk, pemenuhan sarana dan prasarana, hingga penuntasan planetarium.
Lebih lanjut dijelaskan, sejak soft launching, animo masyarakat berkunjung ke Turyapada Tower cukup tinggi. Sebanyak 60 orang warga berkunjung dalam sehari.
Adapun cara berkunjung ke Turyapada Tower adalah mendaftar melalui website turyapada.baliprov.go.id yang dikelola oleh Diskominfos Bali.
Kunjungan itu hanya bisa dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu. Jumlahnya pun dibatasi.
Untuk shift pagi, kunjungan hanya dibuka untuk 30 orang. Selanjutnya pada siang hari, kunjungan juga dibuka untuk 30 orang.
Untuk sementara, masyarakat tidak dipungut biaya untuk berkunjung ke Turyapada. Cukup mendaftar melalui website yang telah disiapkan.
“Semua akan kami dampingi. Sehingga keamanan dan kenyamanan pengunjung tetap terjaga,” kata Arjawa.
Dia juga mengingatkan bahwa warga diharapkan tidak mengajak anak-anak yang berusia kurang dari 12 tahun.
Alasannya adalah faktor kesehatan dan keamanan. “Misalnya anak itu punya asma, karena ini di ketinggian dan dingin, kami khawatir kambuh. Selain itu pengawasan anak-anak juga agak sulit,” tegasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya