SINGARAJA, radarbuleleng.id- Jalan Raya Singaraja-Amlapura tepatnya di Banjar Dinas Antasari, Desa Pacung, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng amblas sepanjang 20 meter dengan lebar 3 meter.
Parahnya, jalan umum nasional itu amblas hampir setengah badan jalan. Meski begitu, sebagian jalan masih bisa dilewati.
Perbekel Desa Pacung, Gede Kardiana mengungkapkan, amblasnya tanah beserta dengan aspal yang ada di atasnya terjadi pada Senin (6/1) sekitar pukul 02.00 Wita.
Lokasi jalan yang amblas berada di sisi utara yang berbatasan langsung dengan pantai. Apalagi senderan jalan setinggi 8 meter juga ikut ambrol.
Kondisi tersebut memang menyeramkan, sebab jalan ini berada di tebing dengan pantai dan batu karang yang berada di bawahnya.
Lokasinya berada sekitar 600 meter sebelah barat dari Pura Ponjok Batu.
”Jebol senderannya, karena pipa PDAM (Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng) bocor hampir lima hari lamanya. Karena terus kena air, tanahnya terkikis, sehingga menjadi labil dan jebol,” ujarnya dikonfirmasi pada Senin (6/1) siang kemarin.
Untuk sementara, jalan yang menjadi akses umum itu diberlakukan buka tutup, sebab hanya sebagian badan jalan saja yang bisa dilalui.
Karena jalan umum nasional itu dilewati banyak kendaraan baik pribadi, logistik, maupun umum menuju Karangasem atau menuju ke NTB setiap harinya.
Sebagai pengamanan, warga dan aparat desa setempat bahu membahu menjaga dan mengatur arus lalu lintas, agar tidak ada korban yang justru lolos dan terbang bebas menuju pantai.
Apalagi posisi jalan amblas ini berada persis di tikungan.
Pihaknya mengatakan ada jalan alternatif, namun perlu memutar cukup jauh dibandingkan melewati Jalan Raya Singaraja-Amlapura.
Namun di jalan yang amblas ini, telah dipasang juga rambu-rambu pengaman serta pengguna jalan diharapkan lebih berhati-hati.
Sementara waktu, Desa Pacung sudah menutup jalan yang amblas itu dengan beberapa terpal, agar tanah tersebut tidak semakin rusak dan malah merusak badan jalan secara keseluruhan.
Kardiana mengaku, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Buleleng telah datang ke lokasi, untuk melihat langsung kerusakan yang terjadi. Begitu juga dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali.
”Kondisi jebolnya pasti membahayakan jalan, karena tanahnya tergerus. Dikhawatirkan tambah parah jika tidak segera ditindaklanjuti, apalagi saat ini masih musim hujan,” sambungnya.
Terpisah, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng, Putu Ariadi Pribadi mengatakan, pihaknya telah melakukan asesmen di lokasi tersebut.
Sekaligus memberikan bantuan 3 lembar terpal sesuai permohonan dari Desa Pacung untuk menutup tanah amblas itu.
Dari hasil asesmen, didapati kerusakan yang terjadi seperti senderan badan jalan sepanjang 10 meter dan tinggi 8 meter jebol, pagar pengaman jalan sepanjang 20 meter juga jebol, serta badan jalan yang jebol sepanjang 20 meter.
Sedangkan untuk nilai kerusakan, kata Kalaksa Ariadi Pribadi, masih dalam perhitungan dari BBPJN Jawa Timur-Bali.
Sementara penyebab jalan amblas, karena bocornya pipa induk galvanis milik Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng dengan diameter 10 inchi sejak Rabu (1/1) lalu.
”Ada juga 2 unit jukung warga dan 1 unit mesin penarik jukung warga yang terdampak. Itu menjadi tanggung jawab dari Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng,” ujarnya dikonfirmasi pada Senin (6/1) siang.
Untuk tindak lanjut, Ariadi menyebut telah dilaksanakan koordinasi penanganan lebih lanjut dengan BBPJN Jawa Timur-Bali, Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng, Kecamatan Tejakula, dan Desa Pacung.***
Editor : Donny Tabelak