Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Jenazah TKI Buleleng Korban Pembunuhan Tiba di Rumah Duka. Tangis Haru Keluarga Langsung Pecah

Francelino Junior • Kamis, 9 Januari 2025 | 01:14 WIB

 

TKI TEWAS: Suasana rumah duka Ni Ketut Nurhayati, 39, TKI yang dinyatakan tewas akibat pembunuhan di Malaysia.
TKI TEWAS: Suasana rumah duka Ni Ketut Nurhayati, 39, TKI yang dinyatakan tewas akibat pembunuhan di Malaysia.

SUKASADA, RadarBuleleng.id - Jenazah Ni Ketut Nurhayati, 39, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Buleleng, akhirnya berhasil dipulangkan.

Nurhayati diketahui tewas di Malaysia pada Selasa (31/12/2024) lalu. Dia diduga menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh WNA Bangladesh.

Jenazah mendiang dipulangkan menggunakan penerbangan komersial dari Kuala Lumpur menuju Bandara Ngurah Rai. Peti jenazah dikabarkan sampai di bandara sekitar pukul 12.30 siang.

Selanjutnya Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Bali harus melakukan sejumlah proses administrasi di Bandara. Sehingga jenazah baru bisa diberangkatkan ke rumah duka sekitar pukul 14.45 siang.

Jenazah mendiang sampai di rumah duka yang terletak di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, pada pukul 16.44, Rabu (1/8/2025) sore.

Jenazah mendiang diantar menggunakan ambulance kemanusiaan yang dikelola oleh Ikatan Warga Jember (IWJ).

Saat ambulance sampai dan peti mati diturunkan, tangis haru langsung pecah di rumah duka. Anak-anak Nurhayati langsung memegang peti ibunya dan menumpahkan tangis.

Nurhayati diketahui menikah ke Desa Gitgit, Buleleng. Dia menikah dengan Komang Suinten, 38, warga Desa Gitgit. Mereka berdua kini diketahui memiliki 8 orang anak.

Pantauan RadarBuleleng.id, warga dan kerabat turun tangan membantu proses persemayaman jenazah mendiang.

Jenazah mendiang masih akan disemayamkan di rumah duka selama beberapa hari kedepan. Sebab keluarga masih menunggu petunjuk hari baik untuk upacara penguburan dari prajuru desa adat.

Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Bali, Anak Agung Gde Indra Hardiawan mengatakan, mendiang memang menjadi korban dalam peristiwa tindak pidana.

“Informasi yang kami terima dari perwakilan kami di Kuala Lumpur, memang ada dugaan pidana. Itu dalam proses penyelidikan, dan kami masih menunggu informasi lebih lanjut dari perwakilan di Malaysia,” kata Indra saat ditemui pada Rabu sore.

Indra mengungkapkan proses pemulangan almarhum merupakan hasil sinergi pemerintah. Dalam hal ini Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), pemerintah daerah, dan pemerintah desa.

Indra memastikan bahwa mendiang berangkat melalui jalur legal. Yakni melalui mekanisme penempatan tenaga kerja dari agen resmi.

“Skema penempatan itu lewat B to B. Business to business. Jadi lewat perusahaan penempatan,” ujarnya.

Karena berangkat melalui jalur resmi, maka mendiang juga mendapat hak untuk jaminan kematian yang harus dibayarkan oleh BP Jamsostek.

Seperti diberitakan sebelumnya, TKI asal Desa Gitgit, Buleleng, yakni Ni Ketut Nurhayati dilaporkan meninggal di Malaysia. Dia diduga menjadi korban pembunuhan.

Situs berita Malaysia, bharian.com melaporkan telah terjadi peristiwa pembunuhan yang mengakibatkan seorang wanita asal Indonesia berusia 39 tahun meninggal dunia.

Jenazah wanita itu ditemukan di dalam sebuah kamar hotel di kawasan Puchong, Malaysia, pada pukul 22.15, Selasa (31/12/2024) lalu dalam kondisi berlumuran darah.

Polis Diraja Malaysia dikabarkan telah menahan dua orang WNA yang terkait dengan peristiwa pembunuhan tersebut. Salah seorangnya diketahui WNA Bangladesh yang ditangkap di wilayah Putrajaya, Malaysia. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#gitgit #tki #bangladesh #pekerja migran #pembunuhan #buleleng #wna #malaysia