SINGARAJA, radarbuleleng.jawapos.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng kini tengah mewaspadai munculnya kembali Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Sebab dari pantauan, ternyata sudah ada sapi yang menunjukan gejala menuju ke penyakit menular itu.
Untuk diketahui, berdasarkan data dari Distan Buleleng, di Bali utara tercatat ada 70.506 ekor sapi, 75 ekor kerbau, dan 22.504 ekor kambing.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat mengatakan, pihaknya kini melakukan sosialisasi sekaligus memberikan aplikasi EM4, dalam rangka mencegah munculnya PMK di Bali utara.
Langkah preventif ini juga sebagai upaya, apabila PMK muncul, agar tidak menyebar terlalu jauh.
Dari pantauan pihaknya, disebutkan kalau ada sapi yang menunjukkan tanda-tanda PMK. Namun setelah dilakukan pemeriksaan serta hasil BBVet keluar, ternyata hasilnya negatif.
Akan tetapi, Melandrat mengaku pihaknya tidak mau lengah. BBVet juga langsung melakukan survey sekaligus mitigasi perkembangan dari PMK di Buleleng.
Distan Buleleng pun tengah melakukan swab pada sapi-sapi yang ada di Desa Pejarakan, guna mempertegas kembali adanya PMK di wilayah tersebut.
”Saya pikir PMK belum menyebar. Saat ini kami sosialisasikan obat di Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt dan Desa Pejarakan, Desa Gerokgak. Agar obat ini dicampurkan dengan pakan ternak , atau disemprot langsung ke badan hewan,” ujarnya dikonfirmasi via sambungan telepon pada Kamis (16/1) siang.
Pihaknya berharap agar wabah PMK tidak kembali terjadi, seperti pada tahun 2020 lalu.
Lantaran wabah yang menyerang hewan ternak ini, sangat berat penanganan dan pencegahannya.
Belum lagi pemerintah provinsi dan kabupaten yang tidak ada anggaran untuk pembelian vaksin.
Untuk saat ini, Buleleng memiliki 3.1250 vial vaksin PMK. Distan Buleleng juga sudah turun untuk melakukan vaksinasi.
Namun, karena belum ada hewan ternak yang positif, maka vaksin untuk sementara waktu disebar ke masing-masing Puskeswan, sekaligus menjadi basis penanganan PMK.
”Yang jadi fokus vaksinasi saat ini di Desa Lokapaksa dan Pejarakan. Sebab sampai hari ini, ada tanda-tanda sapi sakit di sana. Karena hanya dua desa ini saja yang melakukan aktivitas pemotongan liar,” lanjutnya.
Kepada peternak sapi, kerbau, dan kambing, Distan Buleleng meminta agar pola budidaya agar benar-benar intensif, memberikan jaminan kesehatan pada hewan.
Sebab PMK merupakan virus, yang akan menyerang hewan apabila tubuh hewan ternak dalam keadaan menurun, akibat sanitasi yang tidak baik. Belum lagi dengan perubahan iklim saat ini.***
Editor : Donny Tabelak