SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia, Maruarar Sirait melakukan kunjungan kerja ke Buleleng, pada Selasa (29/1/2025).
Dalam kunjungan itu, Menteri Maruarar sempat mengecek program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang dibangun di Banjar Dinas Yeh Anakan, Desa Banjarasem, Kecamatan Seririt.
Program BSPS di Banjar Dinas Yeh Anakan, menyasar sebanyak 46 kepala keluarga di RT Rajatama. Seluruhnya merupakan komunitas nelayan.
Salah satu warga yang menerima program adalah Abdul Choliq. Dia mendapat bantuan pada tahun 2024 lalu.
Dia mendapat bantuan senilai Rp 20 juta dari pemerintah. Bantuan itu ia gunakan membeli bahan bangunan.
Selain itu dia juga mendapat bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) senilai Rp 9 juta. Bantuan itu juga dia gunakan membeli bahan bangunan.
“Ada juga bantuan dari saudara-saudara yang lain. Akhirnya ya bisa jadi berdiri,” ujarnya.
Baca Juga: Lihat Warga Renovasi Rumah, Menteri PKP Langsung Beri Bantuan Tunai
Menurutnya rumah yang direhab dulunya beratapkan asbes. Temboknya sudah tua. Lantainya juga hanya rabat kasar.
“Sekarang alhamdulilah sudah jauh lebih bagus. Tinggal plester lantai dan siapkan lemari di dalam. Mudah-mudahan sebulan lagi sudah tuntas,” ujarnya.
Melihat bantuan tersebut, Menteri PKP Maruarar Sirait mengaku puas dengan rehab rumah yang dilakukan swadaya oleh masyarakat.
“Saya lihat kualitas bagus. Air aman. Saya rasa ini program yang nyata dirasakan rakyat,” ujarnya.
Bahkan ada warga yang berhasil merehab rumah menjadi lebih luas lagi. “Ada yang dapat CSR juga sampai Rp 14 juta,” kata pria yang akrab disapa Ara itu.
Menteri PKP Maruarar Sirait menyatakan, Kementerian PKP akan berupaya semaksimal mungkin menggunakan APBN untuk menyalurkan lebih banyak program yang berpihak pada rakyat.
“Tentu program BSPS ini sangat kita prioritaskan. Selain FLPP rumah subsidi,” ujarnya.
Menurutnya alokasi anggaran pemerintah sangat terbatas. Sehingga Kementerian PKP harus membuat skema yang tepat untuk program perumahan.
“Akses yang tepat itu langsung ke rakyat. Penerima bantuan juga harus tepat sasaran. Jangan sampai orang kaya dapat subsidi,” tegasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya