SINGARAJA, Radarbuleleng.jawapos.com- Sat Polairud Polres Buleleng mengevakuasi 106 telur penyu lekang (Lepidochelys Olivacea) dari Pantai Tukadmungga, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng pada Kamis (6/2).
Evakuasi ini dilakukan, mengingat kondisi cuaca yang mempengaruhi potensi menetasnya telur-telur tersebut.
Untuk diketahui, ratusan telur penyu itu pertama kali ditemukan pada Minggu lalu (2/2) usai seorang warga mengunggahnya di media sosial Facebook.
Telur penyu itu ditemukan di Pantai Tukadmungga, yang berada di depan salah satu hotel di sana.
Awalnya, hasil koordinasi antara Polres Buleleng dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Bali, mempercayakan penanganan telur penyu ke pihak hotel dibantu KUB Segara Wangi.
Namun pada Kamis (6/2), hasil koordinasi kembali antara Polres Buleleng dan Balai KSDA Bali serta pihak hotel, akhirnya memutuskan evakuasi 106 telur penyu itu.
Keputusan ini berdasarkan kondisi cuaca serta waktu penetasan telur yang memakan waktu hampir 2 bulan.
”Hasil pemeriksaan pihak terkait, kemungkinan untuk menetasnya 40 persen. Karena kebanyakan telur yang sudah menguning akibat faktor alam dan cuaca yang tidak mendukung,” ujar Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika pada Kamis (6/2) sore.
Dilanjutkan AKP Diatmika, keputusan evakuasi ini dilakukan berdasarkan kekhawatiran Sat Polairud Polres Buleleng.
Mengingat pantai utara Bali yakni di sepanjang Buleleng gelombangnya sedang tinggi, bahkan sampai dekat dengan pemukiman warga.
Ratusan telur tersebut dievakuasi ke Kelompok Pelestari Penyu (KPP) Umeanyar di Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng yang juga mitra kerja Balai KSDA Bali.
Untuk sementara waktu, 106 telur penyu itu dititipkan sampai menetas, agar dapat dilepasliarkan kembali.
”Penitipan dan perawatan penyu di KPP Umeanyar mempertimbangkan keselamatan satwa,” lanjut Kasi Humas Polres Buleleng.
Kolaborasi ini dilakukan untuk menjaga kelestarian satwa yang dilindungi, salah satunya adalah penyu.
Sebab penyu merupakan bagian dari ekosistem laut, yang memang perlu dijaga keberadaannya.***
Editor : Donny Tabelak