SINGARAJA, Radarbuleleng.jawapos.com- Peristiwa kebakaran terjadi di gudang hatchery (pembibitan kerang).
Gudang yang berada di Banjar Dinas Batuagung Pidada, Desa Gerokgak, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, itu terbakar pada Sabtu (15/2) sekitar pukul 01.45 Wita.
Kerugian atas kebakaran ini mencapai Rp 500 juta.
Informasi yang dihimpun, tempat pembibitan kerang itu diketahui milik PT Cendana Indopearls.
Kebakaran ini awalnya diketahui oleh saksi Putu Dedik Karyawan, 37, yang melaksanakan tugas jaga.
Saat itu ia mendengar sirine yang berbunyi di gudang hatchery.
Merasa curiga, saksi Dedik kemudian menuju tempat tersebut. Alangkah terkejutnya, ketika ia melihat asap yang berasal dari ruang yang berada di dalam bangunan.
Tak lama, api kemudian membumbung tinggi dan membakar seluruh bangunan gudang.
Diketahui tempat tersebut digunakan sebagai laboratorium pembibitan kerang mutiara, bahkan di dalamnya juga berisi peralatan laboratorium dan kerja.
Seperti tangki fiber, tali kolektor jenis nilon, styrofoam, mikroskop, laminar flow, autoclave, AC, tabung LPG, dan tabung CO2.
Tempat itu berbentuk huruf L dengan ukuran bangunan inti 30x12 meter dan bangunan tambahan berukuran 10x10 meter.
”Kebakaran diduga terjadi karena korsleting listrik. Percikan apinya membakar barang yang mudah terbakar di dalam gudang, bahkan di luar bangunan terdapat sejumlah tabung gas elpiji 12 kilogram,” ujar Kapolsek Gerokgak, Kompol Arya Agung Arjana Putra, pada Minggu (16/2) pagi.
Saksi yang mengetahui tempat bekerjanya kebakaran, kemudian menghubungi polisi serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Buleleng, untuk pertolongan pemadaman api.
Damkar Buleleng yang menerima laporan pukul 02.30 Wita, mengerahkan unit dari Pos Induk dan Pos Seririt sebanyak 18 orang serta dua unit armada pemadam. Juga dibantu armada dari PLTU Celukan Bawang, untuk memadamkan api.
”Kobaran api cukup besar, sehingga upaya pemadaman membutuhkan waktu selama 3 jam, yang menghabiskan sembilan tangki air,” ucap Pelaksana Tugas Kepala Dinas Damkar Buleleng, I Gede Arya Suardana pada Minggu (16/2) pagi.
Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugiannya mencapai Rp 500 juta.***
Editor : Donny Tabelak