TEJAKULA, RadarBuleleng.id - Ratusan keluarga di Banjar Dinas Suci, Desa Tejakula, Buleleng kini mengalami krisis air bersih.
Ratusan keluarga itu kesulitan mendapat air bersih, gara-gara pipa air tersapu banjir bandang. Sehingga mereka hanya bisa mengandalkan suplai air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng.
Masalah krisis air di Desa Tejakula bermula pada Rabu (5/2/2025) lalu. Hujan deras memicu longsor dan banjir bandang. Dampaknya pipa air sepanjang 200 meter hanyut terbawa air bah.
Warga sempat berusaha melakukan perbaikan saluran air bersih. Namun perbaikan tidak semudah yang diperkirakan.
“Selain pipa, bak penampung air (reservoar) juga ikut hancur akibat longsor,” ungkap Perbekel Tejakula, Gede Diarsa.
Baca Juga: Warga Pelosok Datah Karangasem- Bali Berharap Bupati Terpilih Bisa Perbaiki Jalan dan Air Bersih
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sudah berusaha melakukan perbaikan. Hanya saja proses perbaikan masih memerlukan waktu.
Solusinya, pemerintah mengajukan bantuan air bersih kepada BPBD Buleleng untuk penyaluran air bersih. Air itu diisi ke bak penampungan air bersih di Lingkungan Abasan.
”Surat permohonan bantuan air bersih sudah kami sampaikan, karena untuk sementara masyarakat manfaatkan air hujan. Perbaikan pipa air bersih masih perlu waktu hingga seminggu kedepan,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Buleleng, Putu Ariadi Pribadi menyebut, pihaknya sudah menindaklanjuti surat permohonan dari Pemerintah Desa Tejakula.
Distribusi air bersih dilakukan sejak pagi hingga sore hari. Mengingat lokasi yang jauh dari pusat kota.
”Kami suplai air bersih setiap hari dengan dua tangki air bersih. Masing-masing kapasitasnya 5.000 liter. Nanti kami suplai sampai perbaikan selesai,” kata Ariadi. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya