SERIRIT, RadarBuleleng.id - Warga Desa Sulanyah, Kecamatan Seririt, Buleleng, melakukan aksi protes terhadap kondisi kerusakan di Jalan Raya Singaraja-Gilimanuk.
Sebagai bentuk protes, warga menanam pohon pisang di lubang jalan yang membahayakan pengguna jalan.
Jalan yang menjadi akses utama ini telah lama dikeluhkan warga. Selain bergelombang, banyak lubang menganga yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.
Bahkan, pengguna jalan kerap mengalami kecelakaan saat melintas di ruas jalan tersebut. Malahan ada yang sampai meninggal.
Warga sengaja menanam pohon pisang, agar pengendara lebih waspada. Sekaligus menjadi penanda lubang yang cukup dalam.
Anggota Komisi I DPRD Bali, Gede Harja Astawa mengaku prihatin dengan kondisi jalan di Jalan Raya Singaraja-Gilimanuk. Khususnya di wilayah Seririt.
“Jalan rusak ini sudah sering memakan korban, tetapi pemerintah sepertinya tidak peduli. Ini menyangkut keselamatan masyarakat, harus segera ditangani,” tegasnya.
Selain berlubang, jalan tersebut juga minim penerangan. Sehingga semakin membahayakan pengendara yang melintas pada malam hari.
Harja menegaskan bahwa jalur Pantura Bali seharusnya menjadi prioritas pemerintah. Sebab jalan itu menjadi akses vital masyarakat.
“Sebagai anggota dewan, saya punya tanggung jawab moral untuk memastikan jalan ini segera diperbaiki sebelum lebih banyak korban berjatuhan,” tambahnya.
Tak lama setelah aksi penanaman pohon pisang, Anggota Sat Lantas Polres Buleleng langsung turun ke lokasi. Polisi memberi tanda pada lubang-lubang jalan dengan cat putih agar lebih terlihat oleh pengendara.
Tak berselang lama, petugas dari Satker Balai Jalan Nasional bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Buleleng melakukan perbaikan darurat. Beberapa titik jalan yang rusak mulai ditambal dengan aspal. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya