SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Dinas Pertanian Buleleng akan menggelar vaksinasi rabies massal di Desa Pancasari pada Senin (3/3/2025).
Vaksinasi massal dilakukan sebagai buntut kasus gigitan anjing rabies yang berujung korban jiwa.
Kepala Dinas Pertanian Buleleng, I Gede Melandrat mengatakan, vaksinasi rabies sengaja diprioritaskan di Desa Pancasari.
Alasannya sempat muncul kasus gigitan anjing rabies pada November lalu. Kasus itu berujung korban jiwa.
Warga Desa Munduk, Kecamatan Banjar, dilaporkan tewas akibat rabies gara-gara digigit anjing liar di kawasan Pasar Desa Pancasari.
"Kami akan memulai vaksinasi di lokasi gigitan yang menyebabkan korban meninggal. Prioritas di Desa Pancasari dulu, kemudian berlanjut ke desa lain yang memiliki riwayat kasus gigitan," jelas Melandrat saat dihubungi pada Minggu (2/3/2025).
Baca Juga: Amor ing Acintya. Seorang Warga Buleleng Tewas Akibat Rabies
Kini Dinas Pertanian Buleleng telah mendapat suplai 10 ribu dosis vaksin dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bali.
Selain suplai dari Pemprov Bali, Dinas Pertanian Buleleng juga masih memiliki stok sebanyak 18.024 dosis vaksin.
Meski jumlahnya cukup banyak, stok vaksin itu sebenarnya jauh dari kata ideal. Sebab Buleleng perlu hingga 70 ribu dosis vaksin.
Lebih lanjut Melandrat mengatakan, dalam proses vaksinasi pihaknya akan melibatkan tim dokter hewan serta tim vaksinasi yang terlatih melakukan vaksinasi rabies.
Pihaknya juga telah meminta Tim Siaga Rabies (Tisira) Desa Pancasari melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengikat dan mengandangkan hewan mereka.
“Masyarakat harus memelihara anjing dengan bertanggung jawab. Jangan diliarkan. Apalagi sampai menggigit orang lain,” tegas Melandrat. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya