SINGARAJA, Radarbuleleng.jawapos.com- Kabar gembira datang dari dunia pariwisata Buleleng.
Dua festival yang terselenggara di Bali utara masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2025, yang merupakan bagian dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI.
Yang masuk dalam agenda nasional itu adalah Pemuteran Bay Festival dan Lovina Festival.
Pengumuman masuknya dua festival tersebut dilakukan pada Sabtu (22/2) melalui kanal resmi Kemenpar RI.
Untuk Bali, sebenarnya tidak hanya Buleleng saja, tapi ada juga Ubud Open Studio di Gianyar, Penglipuran Village Festival di Bangli, Festival Semarapura dan Nusa Penida Festival di Klungkung.
Untuk diketahui, KEN merupakan program tahunan yang digagas Kemenpar RI sejak 2021, yang bertujuan untuk mempromosikan destinasi pariwisata Indonesia melalui berbagai acara budaya, seni, karnaval, dan kuliner.
Kolaborasi antara kementerian dengan pemerintah daerah, diharapkan berdampak positif terhadap ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.
”Lovina Festival menyusul Pemuteran Bay Festival yang sudah lebih dulu rutin masuk KEN. Apalagi Lovina Festival rutin digelar sejak 2023, sehingga kami usulkan masuk dalam KEN dan diterima,” ujar Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara pada Minggu (2/3) siang.
Masuknya Pemuteran Bay Festival dan Lovina Festival diharapkan dapat memenuhi target kunjungan wisatawan ke Buleleng di 2025. Sebab Buleleng menargetkan 1,7 juta kunjungan wisatawan tahun ini.
Dengan rincian 700 ribu wisatawan mancanegara dan 1 juta wisatawan domestik.
Sebab KEN 2025 menjadi momentum penting bagi promosi pariwisata daerah. Ditambah dukungan berbagai pihak, Pemuteran Bay Festival dan Lovina Festival diharapkan semakin dikenal dan menjadi daya tarik utama, bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan dan keunikan budaya di Bali utara.
”Pemuteran Bay Festival biasanya terselenggara pada November, sementara Lovina Festival direncanakan berlangsung pada 16-24 Juli 2025,” sambungnya.
Kata Dody Sukma, Dispar Buleleng akan berkolaborasi dengan Banyuwangi, Lombok Barat, dan Ponorogo.
Mereka akan diberikan stand promosi UMKM dan pertunjukan seni budaya, seperti Tari Gandrung Banyuwangi dan Reog Ponorogo.
Hal ini bertujuan, agar dua festival tersebut juga dapat menghadirkan pertunjukan dari daerah lain, agar semakin menarik minat wisatawan untuk hadir.***
Editor : Donny Tabelak